Menu

“MELANCARAN” KE PASAR TANDAI PENUTUPAN FESTIVAL PASAR TRADISIONAL

  • Selasa, 25 Februari 2014
  • 1105x Dilihat

Revitalisasi untuk mengubah kebiasaan untuk hidup sehat sehingga meningkatkan daya saing pasar. Revitalisasi pasar sangat berdampak pada ekonomi masyarakat intinya untuk memperdayakan ekonomi masyarakat. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di sela-sela meninjau pasar Intaran Sanur berkaitan HUT ke226 Kota Denpasar dan  penutupan festival pasar tradisional, Selasa (25/2). Penutupan festival pasar tradisional tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandira, Bendesa Adat Intaran AA Kompyang Raka ditandai dengan senam lansia yang diikuti Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dan Wakilnya Ny. Kerti Rai Iswara beserta pengurus PKK lainnya.

Menurut Rai Mantra dari pasar yang direvitalisasi incomenya mengalami peningkatan seperti di pasar Nyangelan baru satu bulan direvitalisasi sudah ada peningkatan mencapai 26 persen. Setelah direvitalisasi peningkatan pendapatan mencapai 26 sampai 350 persen setiap pasar. Revitalisasi ini program peningkatan di akar rumput seperti pedagang kecil, untuk itu mereka harus paham bagaimana menjual dan menjaga kebersihan sehingga mampu bersaing dengan pasar modern. Termasuk juga bagaimana memberikan pelayanan, cara menjual dan menjaga kebersihan, bila semua itu dapat dilaksanakan tentunya tidak perlu ditakuti persaingan dengan pasar modern. Untuk itu kedepannya semua pasar harus di revitalisasi yang sampai saat ini baru sembilan pasar yang direvitalisasi. Mengingat dampak dari revitalisasi sudah dirasakan oleh masyarakat yaitu pemerataan ekonomi masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Ny. IA Selly D. Mantra yang didampingi Wakil Ketuanya Ny. Kerti Rai Iswara  ditemui di sela-sela kunjungan ke pasar Intaran mengatakan kegiatan melancaran (jalan-jalan) kepasar sebagai bentuk mendukung program Pemerintah Kota Denpasar untuk mensosialisasikan pasar tradisional. “Pemerintah Kota Denpasar telah merevitalisasi beberapa pasar ini merupakan bentuk untuk mengajak masyarakat terutama ibu-ibu agar datang ke pasar tradisional untuk berbelanja,” ujar Ny. Selly. Mengingat saat ini keberadaan pasar tradisional sudah tidak kumuh lagi setelah direvitalisasi. Kegiatan semacam ini menurut Ny. Selly dilaksanakan bergilir di masing-masing kecamatan. “Kami harapkan semua masyarakat bisa berkunjung ke pasar tradisional karena hanya di pasar tradisional dapat melakukan transaksi tawar menawar,” papar Ny. Selly. Tentunya hal ini sangat penting dilestarikan dengan dilaksanakan revitalisasi pasar.

Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Made Mertajaya menambahkan sampai saat ini sudah sembilan pasar tradisional yang telah di revitalisasi dari 35 pasar tradisional. Kedepannya semua pasar akan disasar untuk direvitalisasi sehingga mampu bersaing dengan pasar-pasar modern. Dalam meningkatkan kebersihan pasar tradisional Made Mertajaya mengaku juga melaksanakan lomba pasar tradisional. Penilaian pasar tradisional ini dilaksanakan beberapa tahapan dari dua puluh besar sampai sepuluh besar. Kedepannya penilaian pasar tradisional akan terbagi menjadi dua katagori yaitu pasar tradisional yang sudah direvitalisasi dan pasar tradisional yang belum di revitalisasi. Sehingga diharapkan sangat jelas pasar-pasar yang benar benar bersih dan mampu memberikan pelayanan terbaiknya pada masyarakat. (Gst)