Permasalahan sampah di Kota Denpasar tidak hanya bisa ditanggulangi dari sisi pembersihan semata, namun harus disertai dengan edukasi bertahap dan terus menerus kepada masyarakat. Tidak hanya dilingkungan masyarakat semata, para ibu-ibu PKK pun perlu diberikan pemahaman serupa tentang sampah. Salain itu, para ibu-ibu ini diharapkan dapat berperan aktif dalam membantu program pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih. Demikian diungkapkan Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra usai membuka Bimtek Persampahan bagi ibu-ibu pengurus TP PKK se- Kota Denpasar yang ditandai dengan pemukulan gong, Selasa (29/4) di Hotel Santhi Denpasar.
Lebih lanjut Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan, sampah merupakan bagian dari keseharian, karena setiap aktivitas manusia pasti menghasilkan sampah. Untuk itu, persoalan seperti ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Kita harus bersikap untuk mengupayakan pelaksanaan pembangunan demi untuk kemajuan bersama tanpa harus meninggalkan ciri khas serta jati diri budaya masyarakat Kota Denpasar. “Semua peserta bimtek ini adalah ibu-ibu rumah tangga, kita ingin memberikan sosialisasi dari tingkat lingkungan yang terkecil yakni keluarga. Harapan kita kedepan adalah ibu-ibu yang ikut bimtek ini, nantinya mampu memberikan motivasi, sosialisasi dan pembelajaran di lingkungan keluarganya di rumah guna menumbuhkan prilaku hidup bersih dan sehat” ujar Istri Walikota Denpasar ini.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar, I Ketut Wisada ditemui disela-sela acara mengatakan, permasalahan kebersihan khususnya pengelolaan sampah tidak dapat dituntaskan hanya oleh lembaga teknis saja, tanpa di dukung sikap dan prilaku yang terpadu dari seluruh masyarakat dan komponen lainnya. Menurut Wisada, satu hal yang perlu menjadi perhatian dalam mewujudkan kota yang bersih adalah upaya untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan kepedulian warga, agar tidak berlomba-lomba membuang sampah ke jalan, mulut gang di ruas jalan, apalagi tidak dalam keadaan terbungkus sehingga kekumuhan yang akan muncul. “Mudah-mudahan dengan kesadaran dan upaya yang sungguh-sungguh, kita akan mampu mewujudkan Denpasar yang bersih dan hijau tanpa menyisakan persoalan yang baru,” kata Wisada. Selebihnya Wisada mengatakan, dengan adanya bimtek seperti ini seluruh lapisan masyarakat ikut peduli dan turut bertanggungjawab atas masa depan Kota Denpasar, yang dimulai dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama kelompok-kelompok swakelola kebersihan yang ada di desa/ kelurahan, serta masyarakat yang tergabung dalam kader lingkungan dimana nantinya akan bersentuhan langsung dengan pengelola sampah rumah tangga di tingkat desa/kelurahan.
Ketua Panitia Ketut Adiwiguna dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan dilaksanakannya bimtek ini adalah untuk mengentaskan masalah pengelolaan sampah ditingkat desa/kelurahan guna mewujudkan pengelolaan sampah secara mandiri. Membentuk, membina, dan mengefektifkan pengelolaan sampah di tingkat desa/kelurahan melalui kelompok swakelola kebersihan. Bimtek ini berlangsung selama dua hari dimulai dari tanggal 29-30 April 2014 di Hotel Santhi Denpasar, adapun para peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari 43 orang pengurus PKK desa/kelurahan, 4 orang pengurus PKK kecamatan, dan 3 orang pengurus PKK Tingkat Kota. Untuk pemakalah berasal dari unsur BLH Kota Denpasar, unsur BPM dan Pemdes Kota Denpasar, PU Kota Denpasar, DKP Kota Denpasar, PPLH Bali, dan Pemilik Bank Sampah Cahaya Partha Jaya. (Ngr)