Keberhasilan Kota Denpasar membentuk satu desa satu PAUD (pendidikan anak usia dini) serta menjaga kesinambungan dari keberadaan PAUD tersebut mengantarkan Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra maju ke tingkat nasional. Evaluasi Bunda PAUD Kota Denpasar untuk kategori satu desa satu PAUD dilaksanakan oleh Tim Pusat di Gedung Sekolah Autis, Senin (13/10).
Evaluasi tersebut diawali dengan pemaparan program oleh Bunda PAUD Kota Denpasar tentang berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh PAUD Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut Ny. Selly mengatakan semua desa lurah telah memiliki PAUD bahkan ada yang memiliki PAUD lebih dari satu. "Kedepannya bagaimana kami bisa mempertahankan PAUD-PAUD yang telah ada sehingga terus berkembang," ujar Ny. Selly saat pemaparan yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar IGN Eddy Mulya. Untuk itu pihaknya selalu memadukan kearifan lokal sehingga anak-anak PAUD telah kreatif sejak dini. Sehingga dalam setiap pendidikannya di selipkan pendidikan kearifan lokal seperti membuat canang dan kegiatan lainnya untuk mendukung visi Kota Denpasar yang kreatif berwawasan budaya. Tidak hanya itu pihaknya juga memperhatikan pendidikan pada anak-anak berkebutuhan khusus termasuk juga anak-anak disabilitas. Untuk meningkatkan kualitas SDM guru-guru PAUD, Ny. Selly mengaku telah melaksanakan berbagai pelatihan karakter dengan mengundang pembicara seperti Renald Kasali serta pembicara dari Jepang. Bahkan untuk meningkatkan SDM Pemkot Denpasar telah menandatangani MoU dengan sekolah Fokuoka dari Jepang. Disamping itu di setiap kegiatan yang dilakukan anak-anak PAUD di Kota Denpasar selalu dilibatkan seperti saat HUT Kota Denpasar, peringatan HUT kemerdekaan dengan kreativitasnya seperti parade ogoh-ogoh. Tidak hanya memberikan wadah untuk beraktivitas bagi anak-anak PAUD, Pemerintah Kota Denpasar juga menyediakan sarana dan prasarana untuk kreativitas anak-anak PAUD seperti panggung pementasan di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung.
Dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana PAUD di Kota Denpasar Ny. Selly menambahkan telah melibatkan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait seperti DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) dengan menyediakan tempat bermain bagi anak-anak. Dinas Kesehatan memberikan pemeriksaan kesehatan terhadap anak serta instansi lainnya. Disamping itu pelaksanaan PAUD di Kota Denpasar telah terintegrasi dengan BKB (bina keluarga balita) serta posyandu paripurna.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar IGN Eddy Mulya menambahkan Kota Denpasar tidak hanya memiliki Bunda PAUD tingkat Kota tapi juga telah memiliki Bunda PAUD tingkat kecamatan serta desa/lurah. Dengan adanya Bunda PAUD sampai tingkat desa/lurah sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang peduli terhadap perkembangan PAUD di Kota Denpasar.
Ketua Tim Penilai Pusat dr. Fidesrinur mengatakan ingin mengkonfirmasi laporan yang dikirimkan ke pusat apakah ada sesuai dengan yang laporkan. Bahkan ingin tahu mungkin ada hal-hal inovasi lainnya yang belum dimuat dalam laporan sehingga perlu ditambahkan. "Kami harap ini akan memberikan hal positif untuk meningkatkan PAUD di Kota Denpasar," ujar dr. Fidesrinur. (Gst)