Pendidikan anak usia dini (PAUD) diberikan sejak anak lahir sampai berusia enam tahun melalui rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jamani rohani. Untuk menuju perkembangan tersebut perlu didukung fasilitas sarana dan prasarana salah satunya alat permainan edukatif (APE). Demikian disampaikan Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra saat menyerahkan APE pada lima lembaga PAUD se-Kota Denpasar, Sabtu, (13/12) di Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan.
"Bantuan APE yang kami berikan untuk mendukung proses belajar mengajar pada PAUD," ujar Ny. Selly. Mengingat APE merupakan salah satu pendukung proses pembelajaran di PAUD dengan sambil bermain yang menyenangkan. Dengan media permainan tersebut diharapkan daya pikir dan kreatifitas dan konsentrasi anak dapat lebih meningkat lebih cepat. Hal ini mengingat semua alat APE tersebut mengandung unsur-unsur pendidikan.
Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan APE yang dipakai proses pembelajaran guru PAUD atau pengasuh tidak harus dibeli dalam bentuk jadi. "Saya harapkan para guru PAUD harus lebih kreatif membuat APE dengan barang-barang bekas yang terpenting menarik dan unik sesuai dengan tema-tema yang dibahas guru PAUD atau pengasuh," harap Ny. Selly. Disamping itu juga menurut Ny. Selly, APE yang dibuat atau dibeli harus sesuai dengan kebutuhan tahap-tahap perkembangan anak sehingga mampu memberikan manfaat pada anak. APE yang dibuat tidak harus mahal yang terpenting harus mengandung unsur menyenangkan, mendorong unsur munculnya kerjasama dan solidaritas anak serta mampu menumbuhkan daya pikir. Dengan demikian anak diharapkan dapat tumbuh lebih kreatif dengan tetap mengandung nilai-nilai moral dan budaya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar IGN Eddy Mulya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid Pendidikan Luar Sekolah Gede Arnawa mengatakan pemberian bantuan APE mengingat sejumlah PAUDdi Kota Denpasar belum semuanya memiliki sarana prasarna khusus APE yang memadai dengan standar yang ada. Disamping itu untuk mendukung lembaga PAUD agar terus memberikan layanan pada anak usia dini. Juga untuk meningkatkan akses dan mutu layanan PAUD pada lembaga tersebut. Pemberian bantuan APE untuk tahun ini baru menyasar lima lembaga PAUD yang merupakan perwakilan PAUD dari setiap kecamatan. Kedepannya pemberian bantuan semacam ini akan dilakukan secara bertahap sehingga semua PAUD yang ada di Kota Denpasar yang belum memiliki APE memadai dapat dibantu. (Gst)