Inovasi Bunda PAUD Denpasar untuk memajukan pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini (PAUD) terus melakukan berbagai terobosan. Salah satunya dengan melibatkan juru pantau jentik (jumantik) untuk mendata anak-anak yang belum mendapatkan pelayanan PAUD. Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra saat memaparkan program PAUD yang telah dilaksanakan selama ini di depan Tim Evaluasi Bunda PAUD Provinsi Bali, Selasa (19/9) di Gedung Pelayanan Autis Denpasar.
“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat agar semua anak di Kota Denpasar mendapatkan pendidikan PAUD. Salah satunya dengan melibatkan Jumantik,” ujarnya. Tidak hanya itu Ny. Selly juga menyampaikan telah melibatkan semua instansi terkait termasuk pihak swasta untuk terlibat dalam menyukseskan program PAUD di Kota Denpasar. Sampai saat ini seluruh dasa/lurah di Kota Denpasar telah mempunyai PAUD bahkan setiap desa/lurah lebih dari satu PAUD. Secara kuantitas keberadaan PAUD di Kota Denpasar telah memenuhi syarat, kedepannya kualitas PAUD harus ditingkatkan terus dengan mewujudkan PAUD terakreditasi. Dari 452 lembaga PAUD telah terakreditasi sebanyak 156 lembaga PAUD. Dan tahun 2017 terdapat 12 lembaga PAUD sudah siap untuk diakreditasi. “Akreditasi tidak bisa dilaksanakan secara serentak mengingat adanya keterbatasan kuota untuk akreditasi tersebut,” ujar Ny. Selly. Disamping itu Ny. Selly juga mengaku akan terus mengembangkan pendidikan PAUD holistik integrative. Termasuk juga terus memotivasi mewujudkan PAUD inklusi di Kota Denpasar. “Kami telah melakukan sosialisasi tentang inklusi melalui kegiatan parenting dan sosialisasi dengan tema “inclusion and neurodiversity” di PLA Kota Denpasar,” ujar Ny. Selly. Sehingga kedepannya PAUD inklusi dapat terwujud dalam mendukung kota insklusi.
Ketua Tim Evaluasi Provinsi Bali Made Diani mengaku dari pemaparan dan laporan yang telah disampaikan Bunda PAUD Kota Denpasar inovasi untuk memajukan PAUD sangat luar biasa. “Kami acungi jempol terhadap inovasi yang telah dilakukan Bunda PAUD Kota Denpasar. Kedepannya terus ditingkatkan,” ujarnya. Lebih lanjut Ia menambahkan Denpasar sebagai Ibukota Provinsi Bali kemajuan pendidikan termasuk PAUD menjadi perhatian.
Hal senada disampiakan tim evaluasi lainnya Cokorda Istri Mas Minggu Wartini bahwa inovasi Bunda PAUD Kota Denpasar sangat luar biasa. Terutama dalam menjaring anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan PAUD dengan melibatkan Jumantik. “Inovasi dengan melibatkan jumantik untuk mendata anak-anak yang belum dapat pendidikan PAUD sangat luar biasa. Hal ini akan lebih meningkatkan keikut sertaan anak-anak untuk pendidikan PAUD di Kota Denpasar ujarnya.
Sementara Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan sebagai Ibu Kota Provinsi Bali tentunya Denpasar menjadi barometer pendidikan. Untuk itu berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di Kota Denpasar termasuk juga PAUD. (Gst)