Menu

Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon, Wujud Pelestarian Lingkungan Yang Nyata

  • Jumat, 21 November 2014
  • 1652x Dilihat

Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon merupakan salah satu wujud pelestarian lingkungan secara nyata, khususnya penghijauan. Karenanya gerakan positif tersebut harus terus ditularkan. Demikian disampaikan Ketua PPT Kota Denpasar yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar ditemui usai penanaman pohon di Pura LokananthaTaman Kota, Kecamatan Denpasar Utara, Jumat (21/11). Kegiatan ini dihadiri Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan  hadir juga Ketua WHDI Kota Denpasar, Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar, Kerti Rai Iswara serta Kepala SKPD beserta organisasi perempuan yang ada di Kota Denpasar.

"Kegiatan ini sangat positif untuk mewujudkan Denpasar bersih dan hijau sehingga menjadi lebih asri. Untuk itu, kita perlu dukung untuk pelaksanaannya," ujar Ny. Selly. Melalui Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon dapat dijadikan motivasi dan inspirasi semua masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Untuk melakukan ini dapat dimulai dari diri sendiri, lingkungan rumah tangga, lingkungan perumahan, dan perkantoran lanjut ke tempat-tempat umum.

Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan, penghijauan ini hendaknya dilakukan di masing-masing pekarangan dengan motto "satu orang satu pohon". Yang terpenting setelah melakukan penanaman agar dipelihara secara berkelanjutan, sehingga menjadi besar dan rindang. Untuk mendukung program Denpasar hijau, semua komponen perempuan melakukan gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon. Diharapkan, melalui gerakan ini dapat meningkatkan peran kaum perempuan dalam pembangunan khususnya bidang kebersihan dan penghijauan. Di samping juga gerakan ini untuk membudayakan perilaku menanam dan memelihara pohon di lingkungan masyarakat. Dalam gerakan ini yang terpenting bagaimana memelihara tanaman yang telah ditanam sehingga tumbuh subur. "Kami harapkan perhatiannya bukan hanya penanaman semata melainkan bagaimana memelihara pohon yang telah ditaman agar tumbuh subur," ujar Ny. Selly. Selama ini lebih mudah menanam namun pemeliharaannya mengalami kendala. Untuk itu pelihara pohon harus lebih diperhatikan sehingga kelangsungan hidup pohon tersebut tetap terjaga.

Sementara Kepala Badan KB dan PP Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti menambahkan melalui gerakan ini diharapkan bersama-sama dapat menjaga kelestarian lingkungan. Pohon yang ditaman masih berkaitan untuk keperluan upacara keagamaan. Sehingga pohon yang tanam tersebut meliputi pohon cempaka, komboja dan jenis tanaman lain untuk kepentingan upacara. Lebih lanjut Laksmi Dharmayanti menambahakan gerakan perempuan tanam dan pelihara ini juga dikaitkan dengan HUT KORPRI, HUT DWP dan Hai Ibu. (Gst)