Menu

Jadikan Sampah Bernilai Ekonomi PKK Br. Kelandis Buat Berbagai Produk

  • Rabu, 05 November 2014
  • 1096x Dilihat

Pemanfaatan sampah dengan memadukan kreativitas diharapkan dapat menjadikan sampah itu sendiri memiliki nilai ekonomi. Sehingga sampah tidak lagi hal yang kotor melainkan membawa berkah. Demikian disampaikan Camat Denpasar Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan, disela-sela pelatihan yang dilaksanakan di Br. Kelandis, Desa Sumerta Kauh Rabu (5/11). Pelatihan yang diikuti ibu-ibu PKK Br. Kelandis menghadirkan instruktur dari Denpasar Clean and Green (DCG).

"Saat ini Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya merubah paradigmamasyarakat bahwa sampah membawa berkah. Salah satunya yang kami lakukan dengan melakukan pelatihan pemanfaatan sampah sehingga memiliki nilai ekonomi," ujar Dewa Puspawan. Disamping itu pelatihan ini untuk memotivasi masyarakat untuk terus ikut aktif menjaga kebersihan kota Denpasar dengan memanfaatkan sampah untuk produk-bernilai guna seperti tas, dulang bokoran dan lain sebagainya. Dengan demikian diharapkan residu sampah yang di hasilkan semakin kecil untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Terkait dengan produk yang dihasilkan melalui pengolahan sampah Dewa Puspawan mengaku akan terus memfasilitasi produk yang dihasilkan dengan melaksanakan berbagai pameran termasuk juga membelinya sebagai suvenir. Produksi yang mereka hasilkan melalui sampah juga telah banyak yang memesannya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sumerta Kauh I Wayan Sentana pengolahan sampah dengan melibatkan ibu-ibu PKK diharapkan menjadi berkah tersendiri. Terlebih lagi sampah yang dihasilkan tersebut dari sampah-sampah rumah tangga. "Kita selalu mengajak masyarakat untuk memilah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga," ujarnya. Terlebih lagi hampir semua sampah yang dihasilkan dapat membantu ekonomi keluarga. Untuk itu pihaknya akan terus mengajak masyarakat yang ada di wilayahnya untuk memanfaatkan sampah menjadi produk kerajinan seperti di Br. Kelandis ini. Untuk pelatihan ini Wayan Sentana mengaku melaksanakan dipadukan dengan pelaksanaan arisan seperti di Br. Kelandis.

Ketua DCG Made wardana mengaku tujuan utama pemanfaatan sampah dengan memilah menjadi sampah organik dan anorganik. Untuk sampah organik pihaknya telah mengolahnya menjadi kompos dan bahan makan ternak. Sedangkan untuk anorganik pihaknya mengolah menjadi barang-barang produkekonomi seperti tas, bokoran, dompet sesuai dengan pesanan dan kebutuhan masyarakat. Dengan semakin banyak masyarakat yang membuat produk dari barang-barang bekas diharapkan semakin mengurangi sampah-sampah yang dibuang oleh masyarakat.

Salah seorang peserta pelatihan Made Puja Wati mengaku pelatihan ini sangat baik sekali karena sangat bermanfaat untuk ibu-ibu dalam membantu ekonomi keluarga. Bahkan kegiatan ini sangat baik untuk memotivasi ibu-ibu agar memilah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. (Gst)