Dalam kurun waktu dua setengah bulan omset penjualan sampah Bank Sampah Nusa Indah Asri yang dikelola Kader Posyandu omsetnya mencapai Rp 20 juta lebih. "Ini sungguh luar biasa. Sekarang ini sampah tidak lagi menjadi musibah melainkan suatu berkah," ujar Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra saat mengunjungi Bank Sampah Nusa Indah Asri di Br. Abian Kapas Tengah, Kelurahan Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu, (1/2). Kunjungan yang mengajak seluruh pengurus PKK Kecamatan dan Desa/Lurah dihadiri juga Kepala Dinas DKP I Ketut Wisada, Camat Denpasar Timur Dewa Made Puspawan serta Wakil Ketua TP PKK Ny. Kerti Rai Iswara.
Pemerintah Kota Denpasar terus gencar untuk melakukan "perang" terhadap sampah. Untuk itu Rai Mantra mengaku langsung menyasar ke masyarakat yang telah aktif melakukan usaha untuk memerangi sampah seperti yang dilakukan di Br. Abian Kapas Tengah ini. "Kami akan terus turun kebanjar-banjar selain untuk melihat langsung penanganan sampah juga untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi di bawah," ujar Rai Mantra. Bila semua banjar yang ada di Kota Denpasar mampu memilah sampah seperti di Br. Abian Kapas Tengah sudah dipastikan Kota Denpasar menjadi indah karena kesadaran masyarakat akan sampah semakin meningkat. Disamping itu pengolahan sampah seperti ini merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang sangat didorong oleh Pemkot Denpasar. Untuk itu Rai Mantra mengaku siap memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 10 juta bagi banjar yang telah memiliki usaha sampah seperti ini. Tidak hanya bantuan modal pihaknya juga siap membantu kebutuhan lain untuk pemilahan sampah. "Kami sangat berkomitmen untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Denpasar," ujar Rai Mantra. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra sangat mengapresiasi kegiatan PKK yang lansung menyasar tempat-tempat pemilahan sampah. Untuk itu Ia berharap hal serupa dilaksanakan oleh para Camat se-Kota Denpasar.
Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra mengaku sengaja mengajak pengurus PKK untuk mengunjungi Br. Abian Kapas Tengah agar melihat langsung bagaimana mengelola sampah di banjar tersebut. "Ini salah satu bentuk menyukseskan Program Pemerintah Kota Denpasar dalam menangani masalah sampah," ujar Ny. Selly. Mengingat sampah yang ada sekarang ini sebagian besar merupakan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. Bila ibu-ibu secara langsung telah melakukan pemilahan sampah tentunya tidak akan ada lagi sampah yang berserakan di jalanan. "Apa yang dilakukan kader posyandu Br. Abian Kapas Tengah kami harapkan dapat menginspirasi banjar-banjar lainnya," harap Ny. Selly.
Ketua Kelompok Bank Sampah Nusa Indah Asri Wayan Sunarti mengatakan awalnya mersa pesimis untuk melakukan kegiatan ini mengingat masyarakatnya sebagian besar sibuk. Berkat dorongan dari Lurah Sumerta dan Kepala Lingkungan setempat akhirnya bank sampah yang di kelola para kader posyandu dapat berjalan. Meski telah dibentuk bulan Juli tahun lalu namun efektinya baru dua setengah bulan mengingat banyak liburan hari raya. Dalam kurun waktu dua setengah bulan tersebut jumlah sampah yang terkumpul sebanyak 11,5 ton dengan omset Rp 20 juta lebih. "Kami sangat bangga karena masyarakat di Br. Abian Kapas Tengah sudah mau memilah sampah," ujarnya. Penerimaan sampah di banjar dilakukan setiap dua minggu sekali. Ia berharap dalam penanganan sampah jangan hanya melihat hasil melainkan dampak dilakukan yaitu mewujudkan lingkungan bersih. (Gst)