Menu

KETUA K3S KOTA DENPASAR SERAHKAN BANTUAN

  • Rabu, 02 Desember 2009
  • 718x Dilihat
Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Mantra beserta pengurus K3S menyerahkan bantuan kepada panyandang cacat Tuna Grahita, di Sekolah Luar Biasa (SLB C), Lumintang Denpasar, baru-baru ini. Setelah penyerahan bantuan Ny. Selly bersama rombongan meninjau kerajinan yang dibuat oleh para penyandang cacat, serta foto bersama dengan para penyandang cacat. Dalam kesempatan tersebut Ny. Selly mengatakan bantuan jangan dilihat dari nilainya namun ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Denpasar melalui K3S kepada penyandang cacat. Disamping itu menurut Ny. Selly, ini juga terkait dengan peringatan Hari Penyandang Cacat Sedunia. “Dalam perayaan Hari Penyandang Cacat Sedunia kita akan melibatkan penyandang cacat untuk memeriahkan perayaan tersebut,” ujar Ny. Selly Mantra. Dengan melibatkan penyandang cacat untuk memeriahkan perayaan Hari Penyandang Cacat Sedunia yang diperingati Kamis, (3/12) hari ini yang perayaannya di pusatkan dilapangan Puputan Badung, diharapkan dapat memberikan kesempatan dan menggali potensi para penyandang cacat. “Meski cacat saya yakin mereka memiliki potensi yang dapat ditunjukkan oleh para penyandang cacat,” jelas Ny. Selly Mantra. Kepala Sekola SLBC Made Muliartha di temui di tempat kerjanya mengucapkan terimakasih atas segala bantuan yang diberiakan K3S Kota Denpasar terhadap sekolahnya. Disamping memberikan bantuan K3S Kota Denpasar juga telah mengajak para penyandang cacat untuk metirtayatra. “Kita harapkan berbagai program K3S yang membantu para penyandang cacat diharapkan terus dilanjutkan,” harap Muliartha. Lebih lanjut Muliartha menambahkan saat ini SLB yang dipimpinnya dibagi dua yaitu SLBC dan SLBC1. Lebih lanjut Muliartha menjelaskan sekolah SLB C adalah sekolah yang anak didiknya memiliki IQ antara 50-70 sedangkan SLB C1 anak didiknya memiliki IQ antara 25-50. Jumlah siswa SLB C adalah 145 orang sedang SLBC1 sebanyak 100 orang. Mengingat SLB C memiliki IQ yang lebih tinggi sedikit lebih mudah untuk mengajarnya dibandingkan SLB C1. Untuk itu Muliartha mengaku pelajaran yang diberikan bukan seperti mata pelajaran orang normal. Untuk sekolah SLB ini tidak diberikan pelajaran matematika, kimia dan pelajaran IPA yang isinya menghitung. Jenjang pendidikan sekolah SLB ini meulia dari SD sampai dengan SMA. Muliartha mengharapkan setelah tamat dari sekolah SLB ini anak didiknya diharapkan mampu mandiri terutama melayani dirinya sendiri. (Gst)