Setelah membentuk Pusat Informasi dan Konseling bagi Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) dengan menggandeng sekolah serta perguruan tinggi Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kota Denpasar gencar melakukan pembinaan tentang bahaya pergaulan bebas dengan menyasar sekolah-sekolah.
Seperti yang dilakukan Kamis (27/10) di Sekolah Dharma Praja Denpasar dimana para siswa mendapat pembinaan tentang bahaya pergaulan bebas. Demikian disampaikan Kabid Penggerak Masyarakat KBPP Kota Denpasar Tresna Yasa di sela-sela pembinaan.
Lebih lanjut Tresna Yasa menambahkan dalam pembinaan ini sengaja melibatkan dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dimana penyuluhnya merupakan generasi muda. Sehingga dalam penyuluhan para siswa dapat secara terbuka menyampaikan permasalahannya. Terlebih lagi di era globalisasi ini tidak ada batas untuk mendapatkan informasi.
"Era globalisasi mempunyai dampak yang sangat besar baik dampak positif maupun negatif. Di antara dampak negatif yang ditimbulkan adanya perubahan perilaku pada anak-anak remaja dan mahasiswa yang mengarah pada pergaulan bebas serta penggunaan narkoba," katanya.
Tresna Yasa lebih lanjut mengatakan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan, peran siswa sebagai agen perubahan sangat penting sekali.
"Hal itu mengingat penduduk usia muda lebih besar proporsinya dibandingkan dengan jumlah penduduk lainnya. Untuk potensi generasi muda tersebut harus dikelola dengan baik sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang bermoral, berakhlak mulia dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa," ucapnya.
Dikatakan, seiring dengan kemajuan zaman maka tantangan remaja ke depan adanya pernikahan dini, akibat adanya pergaulan bebas serta seks bebas yang akan membawa dampak terhadap rentanya generasi muda kena HIV/AIDS.
"Oleh karena itu, untuk menekan kasus-kasus kenakalan remaja perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya membina para generasi muda dalam melindungi generasi muda dari bahaya tersebut," katanya.
Dalam konseling yang diberikan melalui PIK meliputi delapan fungsi keluarga, pedewasaan usia perkawinan, Triad KRR (seksualitas, HIV/AIDS dan Napza), `life skills`, `gender`, advokasi dan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi).
Nyoman Wiraadi Tria A. dari Puspaga yang juga memberikan pembinaan mengatakan pembinaan untuk generasi muda khususnya anak sekolah sangat penting. Hal ini mengingat di usia sekolah mereka lebih terbuka membicarakan masalah pribadinya dengan teman sebaya. "Kami kira sangat tepat sekali Badan KBPP Kota Denpasar melakukan penyuluhan konselor sebaya," ujarnya. (Gst)