Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra memberikan perhatian serius terhadap perkembangan generasi penerus bangsa. Selain melalui pendidikan, dan kesehatan perhatian terhadap generasi penerus telah dilakukan sejak dini salah satunya melalui Lomba Balita Indonesia (LBI). Hal tersebut disampaikannya usai membuka LBI yang diikuti para pemenang lomba balita tingkat kecamatan se-Kota Denpasar, Kamis (29/9) di Graha Sewaka Dharma Lumintang. Lomba yang berlangsung sehari tersebut dihadiri juga Ketua TP PKK Kota Denpasar yang juga Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra.
"LBI ini merupakan salah satu diteksi dini masalah tumbuh kembang anak. Diharapkan terus dapat meningkatkan kesadaran para orang tua untuk terus menjaga tumbuh kembang anak," ujar Rai Mantra. Dengan dilakukan kegiatan LBI akan terus meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan generasi penerus. Bahkan untuk di Denpasar Selatan telah dilaksanakan pelayanan secara keseluruhan di banjar.
Ketua TP PKK Kota Denpasar yang juga Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra mengatakan LBI sebagai salah satu sosialisasi pada masyarakat untuk menjaga kesehatan anak sebagai generasi penerus. Dalam kesempatan tersebut Ny. Selly berharap kegiatan ini dapat diketok tularkan pada masyarakat secara dini bagaimana menjaga kesehatan anak. "Dengan lomba ini saya yakin masyarakat memahami bagaimana mewujudkan derajat kesehatan anak," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini menambahkan LBI sebagai salah satu pembinaan meningkatkan derajat kesehatan anak melalui pemantauan kesehatan balita serta ibu melalui pencegahan yaitu promotif dan preventif. LBI yang dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan kemandirian para orang tua dan masyarakat selama membina dan pengembangan kesehatan balita dari segi fisik, mental dan sosial. Lebih lanjut Sri Armini mengatakan kegiatan bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan gizi melalui standarisasi prosedur pemantauan pertumbuhan balita. Kegiatan lomba ini juga untuk mengetahui status gizi tingkat pertumbuhan dan perkembangan serta kesadaran keluaran terhadap gizi. Menurut Sri Armini lomba dilaksanakan rutin tiap tahun sedangkan untuk tahun ini diikuti 24 orang dari perwakilan empat kecamatan. Untuk lomba ini terbagi menjadi dua katagori kolompok usia yaitu kelompok usia 6-24 bulan dan kelompok usia 2-5 tahun. Tim penilai LBI melibatkan unsur PKK, BPM, Badan KB dan PP, dokter spesialis anak, dokter gigi, psikolog dan ahli gigi. (Gst)