Menu

MASUK NOMINASI DUA KATAGORI NASIONAL, PEGUYANGAN KAJA DINILAI TIM PUSAT

  • Senin, 10 Februari 2014
  • 827x Dilihat
Kota Denpasar yang diwakili Desa Peguyangan Kaja sebagai duta Provinsi Bali, berhasil masuk enam besar nasional dalam dua kategori lomba sepuluh program pokok PKK, yakni Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Atas keberhasilan tersebut, Peguyangan Kaja dievaluasi Tim Pusat Senin (10/2).

Rombongan tim pusat dipimpin Susi Soebekti, diterima Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, didampingi, Wakil Ketua TP PKK, Antari Jaya Negara, IA Kerti Rai Iswara serta instansi terkait lainnya.

Susi Soebekti mengaku salut dan memberikan apresiasi terhadapPemerintah Kota Denpasar, karena tiap tahun selalu berhasil menembus enam besar nasional. Hal ini tak lepas dari program pemerintah Kota Denpasar yang telah bersinergi dengan masyarakat, sehingga mendapat dukungan penuh dari masyarakatnya. "Kota Denpasar sudah menjadi langganan masuk nominasi enam besar tingkat nasional, yang telah mampu menyisihkan ratusan kota lainnya," kata Susi Soebekti.

Bahkan Desa Peguyangan Kaja mampu masuk dua katagori sekaligus yang artinya sinergi program pemerintah dengan masyarakat sangat baik. Terlebih lagi dalam penanganan PKDRT yang melibatkan unsur adat merupakan hal yang tidak ditemui di daerah lain. "Kami harapkan dengan keterlibatan tokoh masyarakat dapat mencegah KDRT dan dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Susi Soebekti. Dengan masuk enam besar tingkat nasional sudah dapat dipastikan Desa Peguyangan Kaja mampu meraih Prakerti Madya. Sekarang melalui evaluasi yang dilaksanakan menentukan posisi Desa Peguyangan Kaja apa berhasil meraih Prakerti Utama atau Prakerti Madya. Namun Susi Soebekti menegaskan, keberhasilan masuk enam besar tingkat nasional itu sudah luar biasa.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, menyatakan untuk penanganan masalah lingkungan dan PKDRT Pemkot Denpasar selalu bersinergi dengan masyarakat dan tokoh masyarakat. Seperti keterlibatan bendesa adat, pecalang serta tokoh masyarat membuat KDRT dapat dicegah. "Bila ada permasalahan keluarga yang mengalami masalah keluarga terutama sampai perceraian biasanya dikonsolidasi dulu oleh tokoh masyarakat untuk mencegah terjadinya perceraian," ujar Rai Mantra. Bahkan setiap desa adat mempunyai awig-awig (aturan) yang mencegah terjadinya perceraian. Kearifan lokal merupakan hal yang sangat baik untuk mewujudkan keluarga yang harmonis.

Sementara Ketua Tim PKK Desa Peguyangan Kaja, Nyonya Sutama, mengungkapkan, Desa Peguyangan Kaja selalu mendukung semua program pemerintah dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi. Salah satunya melibatkan semua tokoh masyarakat dalam pencegahan PKDRT. Demikian juga untuk mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.(Gst)