Pembangunan lingkungkan harus menjadi perhatian serius dalam pembangunan sekarang ini. Meski demikian tidak juga mengabaikan bentuk pembangunan lainnya. Karena pembangunan lingkungan membawa dampak berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan serta lingkungan itu sendiri. Untuk itu Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra berharap agar sekarang ini lebih fokus pada pembangunan lingkungan. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada penilaian desa/lurah tingkat Kota Denpasar di Kelurahan Pemecutan Kecamatan Denpasar Barat, Senin (13/4). Penilaian tersebut dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Nyonya Ida Ayu Selly D. Mantra dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara.
Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan untuk memulai pembangunan lingkungan tersebut agar lebih fokus Ia berharap menjadikan salah satu banjar menjadi pilot projek. Dengan demikian akan dapat menghasilkan pembangunan lingkungan yang diharapkan.
Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra menyambut baik inovasi pelayanan publik terutama penanganan sampah dengan sistem komposting. "Kalau saja satu lingkungan/dusun serentak melakukan komposter tentunya tidak akan ada lagi permasalahan sampah," ujar Rai Mantra. Karena tantangan kota besar seperti Kota Denpasar bagaimana masyarakat agar tidak lagi mengeluarkan sampah organik ke jalan. Terlebih lagi bagi kantor-kantor termasuk juga hotel harus bisa mengolah sampah organik mau dijadikan gas atau komposting. Tentunya dengan sistem komposting bisa mengatasi permasalahan tersebut. Sampah yang bisa dikeluarkan hanya sampah unorganik seperti plastik namun bisa dijual ke bank sampah. Dengan pengolahan sampah serta menata lingkungan itu merupakan percepatan pembangunan lingkungan yang selalu diharapkan. Terlebih lagi pembangunan di desa/lurah merupakan tolak ukur indikator pembangunan di Kota Denpasar.
Untuk penilaian desa/lurah Rai Mantra mengatakan sudah berjalan cukup baik. Meski Ia mengharapkan pada tim penilai harus terus melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap bagaimana membuat format file termasuk juga tentang akurasi data yang mendukung pembangunan. Dalam penilaian tersebut data profile merupakan inti dari penilaian sebelum melihat secara langsung ke lapangan. Karena melalui profile disana termuat data-data yang mendukung pelaksanaan pembangunan. "Kami harapkan kedepan ada standarisasi termasuk juga inovasi dalam pengentasan kemiskinan," ujar Rai Mantra.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Made Mertajaya menambahkan proses penilaian ini dimulai dari presentasi yang dilakukan oleh lurah maupun kepala desa sesuai dengan delapan indikator yang akan dinilai. Dengan demikian akan lebih mempermudah dalam penilaian ke lapangan karena akan menyesuaikan sesuai dengan yang dipresentasikan. Pemenang lomba ini akan mewakili Kota Denpasar untuk mengikuti lomba kelurahan maupun desa tingkat provinsi Bali.
Lurah Pemecutan IB Purwanasara ditemui disela-sela penilaian mengatakan dalam pembangunannya data dasar harus dimiliki sehingga bisa mengembangkan potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat. Dari data yang dimiliki pihaknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggarap usaha mikro dengan membentuk menjadi satu kelompok. Termasuk juga menggandeng para pengusaha di wilayah Kelurahan Pemecutan untuk penduli keluarga kurang mampu melalui CSR. (Gst)