Menu

Melancaran Ke Pasar, Ajak Ibu-Ibu Belanja di Pasar Tradisional

  • Selasa, 24 Februari 2015
  • 1285x Dilihat

Membiasakan ibu-ibu untuk belanja di pasar tradisional, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra membuat program inovasi “melancaran ke pasar” tradisional. Program ini salah satu bentuk mendukung program Pemerintah Kota Denpasar untuk mensosialisasikan pasar tradisional pada ibu-ibu rumah tangga. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Ny. IA Selly D. Mantra yang didampingi Wakil Ketuanya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara ditemui di sela-sela kunjungan ke pasar Nyanggelan, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (24/2). Pelaksanaan “melancaran ke pasar” cukup meriah karena diisi berbagai program seperti senam lansia, pemeriksaan kesehatan secara gratis dan berbagai hiburan. Bahkan Ny. Selly turut larut dalam gerakan senam yang dilaksanakan para lansia.

"Pemerintah Kota Denpasar telah merevitalisasi beberapa pasar ini merupakan bentuk untuk mengajak masyarakat terutama ibu-ibu agar datang ke pasar tradisional untuk berbelanja," ujar Ny. Selly. Mengingat saat ini keberadaan pasar tradisional sudah tidak kumuh lagi setelah direvitalisasi. Kegiatan semacam ini menurut Ny. Selly dilaksanakan bergilir di masing-masing kecamatan. "Kami harapkan semua masyarakat bisa berkunjung ke pasar tradisional karena hanya di pasar tradisional dapat melakukan transaksi tawar menawar," papar Ny. Selly. Tentunya hal ini sangat penting dilestarikan dengan dilaksanakan revitalisasi pasar.

Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Made Mertajaya dari pasar yang direvitalisasi incomenya mengalami peningkatan seperti di pasar Nyangelan ini. Setelah direvitalisasi peningkatan pendapatan mencapai 26 sampai 350 persen setiap pasar. Revitalisasi ini program peningkatan di akar rumput seperti pedagang kecil, untuk itu mereka harus paham bagaimana menjual dan menjaga kebersihan sehingga mampu bersaing dengan pasar modern. Termasuk juga bagaimana memberikan pelayanan, cara menjual dan menjaga kebersihan, bila semua itu dapat dilaksanakan tentunya tidak perlu ditakuti persaingan dengan pasar modern. Untuk itu kedepannya semua pasar harus di revitalisasi yang sampai saat ini baru sembilan pasar yang direvitalisasi. Mengingat dampak dari revitalisasi sudah dirasakan oleh masyarakat yaitu pemerataan ekonomi masyarakat.

Dalam meningkatkan kebersihan pasar tradisional Made Mertajaya mengaku juga melaksanakan lomba pasar tradisional. Penilaian pasar tradisional ini dilaksanakan beberapa tahapan dari dua puluh besar sampai sepuluh besar. Penilaian pasar tradisional akan terbagi menjadi tiga katagori yaitu yaitu kelompok A, B dan C. Dalam penilaian ini melibatkan tim penilai dari Unud sehingga penilaiannya benar-benar independen. Sehingga diharapkan sangat jelas pasar-pasar yang benar benar bersih dan mampu memberikan pelayanan terbaiknya pada masyarakat. (Gst)