Menu

Meriahkan HUT HKG DAN HUT Ke-227 Kota Denpasar, PKK Akan Gelar Lomba Daur Ulang Sampah Dan Yel-Yel Kebersihan

  • Senin, 16 Februari 2015
  • 861x Dilihat

PKK Kota Denpasar benar-benar serius membantu Pemerintah Kota Denpasar untuk mewujudkan Denpasar bebas dari sampah. Selain melakukan berbagai kegiatan inovasi dan kreatif melalui pemberdayaan kader-kader PKK yang ada di banjar-banjar juga melaksanakan kegiatan inovasi lainnya salah satunya menggelar lomba terkait dengan membantu mewujudkan kebersihan pada tanggal 22 Pebruari mendatang. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra disela-sela menghadiri seminar WOW di gedung Ksirarnawa, (16/2).

"PKK Kota Denpasar akan terus berupaya melakukan berbagai kegiatan inovasi untuk membantu pemerintah menwujudkan Denpasar bersih," ujar Ny. Selly. Untuk itu setiap kegiatan dan program PKK selalu dikaitkan dengan pelaksanaan kebersihan. Seperti untuk memperingati Hari Ulang Tahun Hari Kesatuan Gerakan (HKG) ke-43 dan HUT ke-227 Kota Denpasar PKK Kota Denpasar menggelar lomba daur ulang sampah dan yel-yel kebersihan serta lomba penyuluhan kebersihan oleh para kader. Lomba kebersihan ini melibatkan PKK Desa/Lurah serta kader posyandu. Mengingat sebagian besar sampah yang dihasilkan dari ibu-ibu rumah tangga. Untuk pemahaman akan kebersihan harus terus ditanamkan pada ibu-ibu dengan harapan para ibu-ibu dapat mengetok tularkan masalah kebersihan pada masyarakat lainnya.

Disamping juga ibu-ibu sering melakukan pertemuan di banjar-banjar sehingga lebih mudah melakukan sosialisasi tentang kebersihan. "Kami harapkan lebih sering Kita bicarakan dan laksanakan berbagai kegiatan tentang kebersihan akan lebih memperdalam pemahaman masyararakat kebersihan itu sendiri," harap Ny. Selly.

Selain melaksanakan lomba kebersihan tersebut pihaknya juga melaksanakan berbagai lomba barkaitan dengan budaya serta lomba untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Untuk lomba yang berkaitan dengan budaya pihaknya melaksanakan lomba berhias dan bersanggul, lomba membuat tipat, lomba membuat banten biakaon serta lomba membuat tamiang. Untuk lomba membuat sanggul, lomba membuat tipat, lomba membuat banten biakaon diikuti oleh perwakilan SKPD. Sedangkan untuk lomba membuat tamiang diikuti oleh anak-anak SMA se-Kota Denpasar.

"Kita sengaja melibatkan SKPD dan anak-anak SMA karena mereka semua diharapkan dapat melestarikan dan mengetok tularkan budaya yang ada," ujarnya. (Gst)