Menu

MERIAHKAN HUT KE-226 DAN HKG KE-42, PKK KOTA DENPASAR GELAR BERBAGAI LOMBA

  • Minggu, 23 Februari 2014
  • 1382x Dilihat
HUT ke-226 Kota Denpasar memberikan kesempatan semua masyarakat Kota Denpasar untuk berkreasi dan berinovasi. Demikian juga anak-anak berkebutuhan khusus diberikan kesempatan yang luas melakukan aktivitas dan kreasinya melalui lomba-lomba HUT yang dilaksanakan TP PKK Kota Denpasar. "Melalui lomba ini kita berikan ruang khusus untuk berkreasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny.IA Selly D. Mantra yang didampingi Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara disela-sela meninjau berbagai lomba Minggu (23/2) di halaman Gedung Graha Sewaka Dharma. Selain melaksanakan lomba bagi anak-anak berkebutuhan khusus Tim Penggerak PKK Kota Denpasar juga melaksanakan lomba-lomba yang diikuti anak-anak SD, SLB SMA/SMK dan Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kota Denpasar dirangkaikan juga dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-42.
 
Lebih lanjut Ny. Selly  menambahkan kegiatan untuk anak-anak berkebutuhan khusus selain memberikan kesempatan untuk berkreasi juga untuk melatih kemandirian. "Kita harapkan dengan kegiatan yang kreativ dan inovatif ini anak-anak perlahan-lahan bisa lebih mandiri," harap Ny. Selly. Untuk peserta anak-anak SD yang dilombakan membuat tamiang termasuk anak-anak SLB. Sedangkan untuk anak-anak SMA/SMK mengikuti lomba membuat jaro resepsi perkawinan dan untuk TP PKK Kecamatan mengikuti lomba membuat APE (Alat Permainan Edukatif) tradisional. "Melalui lomba-lomba ini diharapkan anak-anak sekolah mampu melestarikan budaya yang ada. Sedang untuk lomba APE kami harapkan ibu-ibu PKK bisa memanfaat barang-barang bekas disekitarnya sehingga menjadi suatu alat permainan untuk anak," ujar Ny. Selly.
Terkait dengan lomba fasion show berbahan daur ulang Ny. Selly mengatakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PKK tehadap lingkungan. Dengan menggelar lomba bahan daur ulang diharapkan terus memotivasi ibu-ibu rumah tangga memanfaatkan bahan daur ulang sehingga memiliki nilai ekonomis. "Seperti kita lihat bahan daur ulang yang dibuat para peserta sangat kreatif bahkan sangat menarik mulai dari payung, tas hingga dompet dan sepatu," ujar Ny. Selly.
 
Salah seorang peserta lomba fasion show daur ulang Tatik dari dari Kelurahan Sesetan mengaku kegiatan fasion show dangan bahan daur ulang ini merupakan ide kreatif untuk memotivasi ibu-ibu lebih memanfaatan barang bekas sehingga memiliki nilai ekonomi. Menurutnya pakaian dan tas yang dibuat dipadukan dengan karung plastik dengan endek sehingga sangat indah. Kedepannya Ia berharap kegiatan ini terus digencarkan sehingga masyarakat benar-benar memahami manfaat bahan-bahan bekas tersebut. (Gst)