METODE SIMULASI EFEKTIF SOSIALISASIKAN PROGRAM PKK
PKK Kota Denpasar terus melakukan berbagai inovasi untuk menyampaikan berbagai program-program PKK sehingga bisa di pahami oleh seluruh anggota PKK baik dari tingkat Kota hingga tingkat Banjar. Salah satu cara yang dilakukan untuk mensosialisasi program PKK dengan melaksanakan lomba permainan simulasi. Lomba permainan simulasi diikuti oleh delapan kelompok simulasi dari perwakilan kecamamatan se-Kota Denpasar. Lomba simulasi yang berlangsung dua hari dibuka oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara yang didamping Ny. Kerti Rai Iswara, Rabu (11/4) di gedung wanita Santhi Graha.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Ketua Ny. Antari Jaya Negara mengatakan metode simulasi sangat efektif untuk mensosialisasikan program-program PKK. Disamping itu metode ini digunakan untuk penyuluhan, karena permainan simulasi ada diskusi antar peserta. Dalam pelaksanaan diskusi tersebut para peserta bebas menyampaikan pendapat sesuai topik yang dibahas. Permainan simulasi juga sebagai pembelajaran demokrasi mengingat peserta dalam kesempatan tersebut harus belajar mendengar pendapat orang lain meskipun pendapat tersebut salah. Dengan demikian diharapkan permainan simulasi dapat mempercepat pemahaman anggota PKK terhadap program pokok PKK. Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan metode simulasi sangat efektif digunakan untuk penyuluhan karena dalam permainan simulasi ada diskusi antar peserta yang dikemas dengan suasana gembira sehingga tidak membosankan. Ny. Selly yakin dengan cara simulasi masyarakat akan mudah menerima pesan yang disampaikan. Mengingat para peserta semulasi selain dari kader PKK juga dari bapak-bapak. Metode simulasi untuk sosialisasi program PKK dilaksanakan sesuai dengan hasil Rakernas VII PKK tahun 2010.
Topik yang diangkat dalam simulasi ini ada tiga yaitu pembinaan kesadaran bela negara (PKBN), penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (PKDRT) dan bina keluarga balita (BKB). Ketiga topik tersebut sangat tepat dengan situasi sekarang ini, dimana belakangan ini adanya perubahan prilaku masyarakat seperti sering terjadi tawuran. Melalui topik PKBN diharapkan dapat meningkatkan kesadaran cinta tanah air. Sedangkan topik PKDRT diharapkan dapat memberikan pemahaman sehingga tidak terjadi lagi KDRT.
Sementara Panitia Penyelenggara Ny. AA Tirtawati Anom Suradi dalam laporannya mengatakan sebelum dilaksanakan lomba ini pihaknya telah melaksanakan pembinaan di masing-masing kecamatan. Lomba simulasi ini dikaitkan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-40. “Kita harapkan melalui lomba simulasi ini dapat lebih meningkatkan pemahaman anggota PKK dalam program-program PKK,†ujar Ny. Anom Suradi. Pelaksanaan lomba simulasi ini disambut antusias oleh para peserta hal ini dapat dilihat dari yel-yel para peserta dan berbagai inovasi lainnya. (Gst)