Dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XXVI seluruh Kota/Kabupaten Se-Bali mengikuti Workshop Kewanitaan Materi Busana, di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, Minggu (6/7). Dalam Workshop tersebut seluruh Kota/Kabupaten se-Bali menampilkan ciri khas busana daerahnya masing-masing. Dalam kesempatan tersebut Pemerintah Kota Denpasar juga menampilkan beberapa ciri khas busana Denpasar, yang diperagakan oleh Duta Endek Kota Denpasar.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan, dalam Workshop ini Kota Denpasar juga ikut serta menampilkan busana ciri khas Denpasar, yang diperagakan oleh Duta Endek Kota Denpasar. Busana yang ditampilkan diantaranya busana adat ke pura, busana adat penganten dan busana modifikasi endek. “Semua busana yang di peragarakan oleh Duta Endek Kota Denpasar adalah karya dari desainer Kota Denpasar,”ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam kesempatan ini pihaknya juga akan menampilkan disainer Kota Denpasar dan khas tenun ikat yang dimiliki oleh Kota Denpasar yaitu Sekar Jepun. Untuk motif-motif endek yang dimiliki oleh Kota Denpasar tidak ada yang menyamakan. Dengan demikian pihaknya memberikan kesempatan kepada desainer Kota Denpasar dalam menampilkan karya-karyanya.
Masyarakat juga mengetahui bahwa Kota Denpasar memiliki motif endek yang bagus dan tidak ada daerah lainnya. Untuk itu dirinya mengharapkan untuk kedepan Kota Denpasar menjadi pusat mode dan ingin membawa endek ke arah fashion yang berwawasan budaya. Bahkan dirinya ingin menampilkan desainer Kota Denpasar bahwa memperkenalkan endek tidak hanya tingkat Provinsi tapi juga bisa ke tingkat nasional.
Sementara Pemateri Cok Abi mengatakan, endek dan songket sangat bumming sekali diminati baik di Bali maupun di luar Bali. Namun songket harganya lebih mahal dari endek sehingga, songket hanya dipergunakan pada acara formal saja. Biar pun demikian endek dan songket bisa dimodifikasi dengan kain sesuai yang di inginkan seperti, kain kartu, brokat dan lain sebagainya.
Diantara songket dan endek lebih cenderung masyarakat mempergunakan endek, meskipun demikian dirinya tetap menghimbau agar menyimpan songket yang sudah lama dengan cara menggulung dan jangan dijadikan baju atau dibuang. “Karena motif songket lama sangat bagus dan langka,” katanya. (Ayu)