Setelah sebulan lalu Bunda PAUD (pendidikan anak usia dini) Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dievaluasi tahap pertama oleh tim pusat. Kini Ny. Selly kembali di monitoring tim PAUD pusat untuk mempersiapkan diri bersaing di Grand Final Bunda PAUD Nasional. Tim monitoring PAUD Pusat dipimpin oleh Drs Sinung Widodo dan R. Aditya Wahyu diterima Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra yang didapingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar IGN Eddy Mulya serta bunda PAUD kecamatan dan desa/lurah sekolah TK Negeri Pembina Denpasar, Jumat (7/11).
Ketua Tim Monitoring Sinung Widodo mengatakan dari pemaparan yang ada Bunda PAUD Kota Denpasar telah melaksanakan berbagai kegiatan inovasi yang tidak dilakukan oleh daerah lain. "Tunjukkan keunggulan inovasi yang tidak dilakukan daerah lain seperti kerjasama dengan Fokuoka dan inovasi lainnya," ujar Sinung Widodo. Untuk kegiatan yang sifat normatif sudah dilakukan daerah-daerah lain tidak perlu di sampaikan karena tidak akan menambah poin. Namun demikian setiap inovasi yang telah dilakukan harus didukung oleh data yang falid sehingga tidak sekedar wacana. Untuk grand final tingkat nasional akan diselenggarakan bulan Desember dimana para Bunda PAUD akan bersaing sangat ketat saling menunjukkan inovasi masing-masing yang tidak dimiliki daerah lain. "Dilihat dari inovasi yang telah dilakukan saya harap Bunda PAUD Kota Denpasar bisa menjadi yang terbaik," harapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar IGN Eddy Mulya menambahkan Kota Denpasar tidak hanya memiliki Bunda PAUD tingkat Kota tapi juga telah memiliki Bunda PAUD tingkat kecamatan serta desa/lurah. Dengan adanya Bunda PAUD sampai tingkat desa/lurah sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang peduli terhadap perkembangan PAUD di Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut Ny. Selly mengatakan semua desa lurah telah memiliki PAUD bahkan ada yang memiliki PAUD lebih dari satu. "Kedepannya bagaimana kami bisa mempertahankan PAUD-PAUD yang telah ada sehingga terus berkembang," ujar Ny. Selly Untuk itu pihaknya selalu memadukan kearifan lokal sehingga anak-anak PAUD telah kreatif sejak dini. Sehingga dalam setiap pendidikannya di selipkan pendidikan kearifan lokal seperti membuat canang dan kegiatan lainnya untuk mendukung visi Kota Denpasar yang kreatif berwawasan budaya. Tidak hanya itu pihaknya juga memperhatikan pendidikan pada anak-anak berkebutuhan khusus termasuk juga anak-anak disabilitas. Untuk meningkatkan kualitas SDM guru-guru PAUD, Ny. Selly mengaku telah melaksanakan berbagai pelatihan karakter dengan mengundang pembicara seperti Renald Kasali serta pembicara dari Jepang. Bahkan untuk meningkatkan SDM Pemkot Denpasar telah menandatangani MoU dengan sekolah Fokuoka dari Jepang. Disamping itu di setiap kegiatan yang dilakukan anak-anak PAUD di Kota Denpasar selalu dilibatkan seperti saat HUT Kota Denpasar, peringatan HUT kemerdekaan dengan kreativitasnya seperti parade ogoh-ogoh. Tidak hanya memberikan wadah untuk beraktivitas bagi anak-anak PAUD, Pemerintah Kota Denpasar juga menyediakan sarana dan prasarana untuk kreativitas anak-anak PAUD seperti panggung pementasan di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung.
Dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana PAUD di Kota Denpasar Ny. Selly menambahkan telah melibatkan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait seperti DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) dengan menyediakan tempat bermain bagi anak-anak. Dinas Kesehatan memberikan pemeriksaan kesehatan terhadap anak serta instansi lainnya. Disamping itu pelaksanaan PAUD di Kota Denpasar telah terintegrasi dengan BKB (bina keluarga balita) serta posyandu paripurna. (Gst)