Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra yang didampingi Wakil Ketuanya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara terus memotivasi PKK Desa/Lurah untuk menangani sampah dengan berbagai inovasi. Dengan turun langsung ke bawah Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar ini melaksanakan berbagai kegiatan seperti pertemuan arisan di tempat bank sampah seperti dilakukan di Bank Sampah Pala Sari, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Minggu (12/4). Kegiatan rutin menyasar desa/lurah yang mempunya inovasi penanganan sampah diikuti oleh semua isteri kades/lurah se-Kota Denpasar
"Kami sengaja melaksanakan semua kegiatan PKK di tempat-tempat bank sampah seperti ini, agar Ketua Tim Penggerak PKK Desa/Lurah yang belum melaksanakan pemilahan sampah termotivasi," harap Ny. Selly di sela-sela kegiatan di bank sampah tersebut. Kegiatan bank sampah Pala Sanur Kauh ini sudah cukup bagus tidak hanya membeli sampah plastik sampak organik juga mereka beli untuk dijadikan pupuk. Bila semua kader PKK desa/lurah dapat melaksanakan seperti ini tentunya sampah tidak akan menjadi masalah di Kota Denpasar. Untuk itu Ia berharap semua kader agar terus berinovasi dalam penanganan sampah, mengingat sampah bukan lagi sebuah musibah melainkan sebuah berkah. Terlebih lagi seperti di Desa Sanur Kauh ini ibu-ibu rumah tangga sudah diajak memilah sampah antara organic dan unorganik. Mengingat semua sampah-sampah tersebut dibeli oleh Bank Sampah Pala Sari.
"Ini salah satu bentuk untuk membantu program Pemerintah Kota Denpasar dalam mengangani masalah sampah. Mengingat sampah sebagian besar dihasilkan dari rumah tangga," ujarnya.
Sementara Ni Wayan Sri Sutari, S.P., M.P yang juga Ketua pokja II PKK Desa Sanur Kauh yang menangani bank sampah tersebut mengatakan pada awalnya untuk mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk memilah sampah sangat sulit. Terlebih lagi kebanyakan dari mereka merupakan wanita sibuk. Meski demikian Ia merasa tertantang untuk menggerakan ibu-ibu peduli terhadap sampah. Dengan cara membuat pilot projek satu banjar di Desa sanur Kauh dapat memotivasi ibu-ibu rumah tangga agar mau memilah sampah. "Memang agak sulit awalnya mengajak ibu-ibu untuk memilah sampah. Setelah mereka rasakan manfaat dari pemilhan sampah terbut membuah samakin sadar untuk memilah sampah," paparnya. Selain membeli sampah plastik juga membeli sampa-sampah organik untuk dijadikan pupuk termasuk juga sampah sisa makanan. Untuk sampah sisa makanan ini dengan melakukan suatu permentasi dibuat menjadi micro organisme lokal (MOL) yang nantinya dapat digunakan sebagai pupuk cair. Dengan demikian akan ada rangkaian saling keterkaitan untuk pemanfaatan pekarangan rumah. "Bila semua masyarakat dapat melakukan ini sudah dipastikan tidak akan ada sampah terbuang," jelasnya. (Gst)