Menu

PARADE BUSANA PENGANTIN MODIFIKASI BALI KOTA DENPASAR RAIH EMPAT PENGHARGAAN DALAM PENTAS DI TMII

  • Jumat, 18 April 2014
  • 1664x Dilihat

Dalam upaya memperkenalkan salah satu keragaman pesona Seni Budaya Daerah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) secara kontinyu menggelar Parade Busana Daerah. Kegiatan ini sekaligus untuk menyemarakkan peringatan HUT TMII ke 39, dimana pelaksanaan Parade Busana Daerah ini untuk yang ke 6 kalinya diadakan. Acara ini di hadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra didampingi Wakil Ketuanya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny Kerti Rai Iswara serta Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar, Wayan Gunawan, Jumat (18/4), di Teater Binneka Tunggal Ika Taman Mini Indonesia Indah, Duta Kota Denpasar yang mewakili Bali Raih empat penghargaan.

Parade ini diikuti seluruh provinsi di Indonesia, termasuk provinsi Bali. Dimana Kota Denpasar yang dalam hal ini mewakili provinsi Bali meraih empat nominasi penghargaan. Adapun penghargaan  yang diraih berupa penyaji busana unggulan, penata rias unggulan sebagai terbaik pertama, peraga putra unggulan dan penghargaan parama adibusana antar wilayah.

Dengan mengusung tema “Lelancingan Agung”, Kota Denpasar mampu menunjukan karyanya yang kreatif dan inovatif di dalam upaya mengembangkan modifikasi keragaman berbusana. Lelancingan ini biasa digunakan dalam busana pengantin Payas Agung yang mempunyai arti Kancut Panjang yang di bentuk dari selembar kain yang panjangnya mencapai 3 sampai 4 meter yang di pakai oleh model pria dengan ujung kain dari arah kanan menutup kaki kemudian dibentuk dengan cara dilipat-lipat sedemikian rupa membentuk Lancingan yang berjuntai menyentuh tanah sebagai ikon kelakian. Sedangkan pada busana wanita dalam Payas Agung tidak ada menggunakan Lelancingan, namun dalam balutan busana modifikasi kain berjuntai kebelakang menyerupai ekor untuk mengimbangi Lelancingan pada busana pria. Sementara itu para penonton sangat antusias dan terpukau menyaksikan Parade Busana Daerah ini, apa lagi pada saat model dari Bali memperagaakan busana pengantin daerah. Walau sempat suasana di Teater Binneka Tunggal Ika di guyur hujan lebat tetapi antusiasme penonton masih tetap tinggi.

Direktur Operasional TMII Ade F. Meyliala mengatakan, tujuan dari Parade Busana Daerah ini untuk memperkenalkan serta mempromosikan kekayaan Seni Budaya Bangsa Indonesia kususnya busana daerah (yang sudah dimodifikasi) diseluruh wilayah Indonesia kepada masyarakat luas. Dan memacu produktifitas dan kreatifitas para perancang busana daerah di dalam mengembangkan konsep-konsep desain yang berbasis dari tradisi di daerah masing-masing untuk menciptakan karya adibusana yang lebih inovatif dan indah tanpa menghilangkan cirri khas kedaerahannya. Kekayaan busana khas masing-masing daerah  nanti nya diharapkan mampu tampil ke ajang Nasional bahkan diharapkan sampai bisa ke kancah Internasional. (ays)