Menu

Pelaksanaan Program P2WKSS Tidak Pernah Berhenti

  • Jumat, 13 Juni 2014
  • 1551x Dilihat

Program Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) di Kota Denpasar tidak pernah berhenti dalam melaksanakan berbagai usaha untuk membantu perekonomian keluarga. Demikian disampaikan Walikota Denpasar dalam sambutannya saat menerima tim evaluasi P2WKSS Provinsi Bali di Br. Pande, Kelurahan Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan, Jumat (13/6). Penilaian kelompok P2WKSS Seruni tersebut dihadiri Ketua Komisi D DPRD Kota Denpsar Wayan Suiarta, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Camat Denpasar Selatan AA Gde Risnawan dan tokoh masyarakat setempat.

Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan untuk permasalahan kesejahteraan dan ekonomi merupakan hal sangat penting, karena permasalahan ekonomi  dapat  meningkatkan daya beli. Sedangkan masalah kesehatan dan pendidikan merupakan hak dasar untuk menuju kesejahteraan itu sendiri. Dengan adanya beberapa kelompok P2WKSS seperti pada bidangnya yang tertata dengan baik diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. "Saya harapkan kelompok P2WKSS Seruni yang di Br. Pande ini berjalan dengan baik terlebih lagi didukung dengan digelarnya pasar tradisional Ten Ten secara rutin," harap Rai Mantra. Keberadaan pasar Ten Ten setiap enam bulan sekali membantu kelompok-kelompok P2WKSS yang ada di Br. Pande dalam memasarkan produknya. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra menekankan bukan sekedar prestasi yang harus diraih tapi ini merupakan hak dasar dalam pengelolaan pembangunan.

Kepala Badan Keluara Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti menambahkan Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya dengan memberdayakan kelompok P2WKSS. Dalam pemberdayaan kelompok-kelompok P2WKSS pihaknya mengaku selain melakukan pembinaan secara rutin juga memberikan bantukan modal sebagai motivasi dalam menggerakan usahanya. Setiap tahunnya ada 4 kelompok P2WKSS yang dibantu sebesar Rp 10 juta dengan harapan kelompok tersebut dapat berkembang lebih pesat. "Intinya program P2WKSS ini untuk meningkatkan peran wanita dalam memanfaatkan sumber daya yang muaranya meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Laksmi Dharmayanti.

Ketua Tim Penilai Provinsi Bali, Luh Putu Praharsini, mengatakan, P2WKSS merupakan langkah konkrit pemerintah memperdayakan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui peningkatan keterampilan. "P2WKSS merupakan strategi mengubah pola pikir sebagai orang miskin dan mampu berjuang untuk lepas dari kemiskinan,'' kata Praharsini. Dia menjelaskan, evaluasi ini bertujuan  mengevaluasi pembinaan yang telah dilakukan selama ini dan  mengetahui pelaksanaan program yang  diberikan dan menghetahui  keberhasilan serta  manfaat bagi masyarakat yang telah dibina

Ketua Kelompok P2WKSS Seruni, AA Rai Arini menjelaskan,  pembinaan P2WKSS kelompoknya telah rutin dilaksanakan, baik Pemkot Denpasar maupun  Provinsi Bali. Kelompok P2WKSS saat ini beranggotakan 50 orang terbagi dalam lima sub kelompok. Setiap sub kelompok bergerak jenis usaha berbeda, yakni pedagang canang,  pedagang banten,  dagang jaja upakara,  pedagang sampian dan pedagang jajan basah. Di samping itu, dari program khusus usaha peningkatan pendapatan keluarga bantuan yang diterima  dari Pemerintah Provinsi Bali Rp 5 juta dan Pemkot Denpasar  Rp 10 juta  dipakai untuk kegiatan simpan pinjam dengan bunga 1 persen dari  Juni 2010 sampai Mei 2014 menjadi Rp 17.337.500. "Melalui kegiatan sub kelompok ini kami harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan meningkatkan ekonomi keluarga,''  ujar Arini. (Gst)