Menu

Pelatihan Tata Rias Dan Uji Kompetensi

  • Jumat, 14 November 2014
  • 1479x Dilihat

Semua orang harus memiliki keahlian dalam mempersiapan persaingan dalam kehidupan mendatang. Mengingat kedepannya persaingan ini semakin ketat dan berat. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka pelatihan tata rias dan uji kompetensi yang diikuti ratusan peserta, Jumat (14/11). Pembukaan tersebut dihadiri juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar IA Selly D. Mantra sekaligus memasang bunga pada peserta pelatihan sebagai tanda dimulainya pelatihan tersebut.

Peserta dalam suatu kehidupan sekarang tidak mungkin kalau tidak punya keahlian kecakapan hidup. Diusahakan seminimal mungkin punya keahlian tersebut. Saat ini keberadaan pria dan wanita beda sangat tipis sekali yang terpenting ada toleransi dan menghormati. Saat ini kita berada pada perubahan anomali yaitu perubahan yang tidak dapat diprediksi satu dengan yang lain untuk memenuhi harapan hidup. Untuk itu masalah kecakapan atau keahlian merupakan hal sangat penting untuk menopang kehidupan masa akan datang agar memiliki daya saing terutama ibu-ibu. Untuk masalah keahlian dan kecakapan harus diukur dengan melakukan uji kompetensi. Hal ini untuk mengetahui seberapa jauh daya serap dan keahlian yang dimilikinya. Karena kedepannya semua harus berkompetisi dengan keahlian yang dimiliki. "Saya harap semua kegiatan yang dilakukan harus didukung sepenuhnya oleh semua komponen," ujar Rai Mantra. Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan dalam membantu seseorang harus membangun skill mereka sehingga dalam menghadapi tantangan kedepan telah siap seperti dilakukan Salon Agung yang telah memberikan pendidikan skill pada yang membutuhkan melalui proses. Rai Mantra berharap pada peserta agar mengikuti pelatihan ini secara serius karena prosepek pembekalan diri untuk masa depan.

Pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan Agung  A.A. Ayu Ketut Agung, yang memberikan pelatihan kompetensi tersebut mengatakan para peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 40 peserta dari desa Dauh Puri Kaja dan Desa Peguyangan Kaja. Semua peserta ini akan dilatih selama 90 jam yang dilanjutkan dengan uji kompetensi. Kegiatan semacam ini menurut Ketut Agung dilaksanakan setiap tahun sebanyak 30 kali. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan ujian tata rias dari peserta reguler. Diraihnya biasiswa bagi peserta pelatihan ini karena dukungan Walikota Denpasar beserta Ketua TP PKK Kota Denpasar yang hadir langsung dalam rakernas beberapa bulan lalu. "Dampak kehadiran Bapak Walikota beserta Ibu sangat luar biasa karena memberikan motivasi langsung terhadap kegiatan pelatihan," ujar Ketut Agung.  Sebelum mereka mengikuti uji kompetensi mereka harus benar-benar dilatih sehingga siap dalam mengikuti setiap uji kompetensi. (Gst)