Menu

Pemanfaatan Pekarangan, Tak Sekadar Penuhi Kebutuhan Pangan

  • Jumat, 26 November 2021
  • 430x Dilihat

Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Masyarakat bisa tetap bertahan dituntut beradaptasi di tengah kehidupan baru. Pemanfaatan pekarangan rumah tak sekadar memenuhi kebutuhan pangan, namun bisa membantu keluarga terutama sayur mayur.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara didampingi Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, di sela-sela membuka pelatihan Pemanfaatan Halaman Pekarangan melalui Hatinya (Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) PKK di Kelurahan Sumerta, Jumat (26/11/2021).

Pelatihan berlangsung lima hari diikuti kelempok Kertha Bhutani dan Kelompok Tali Kasih serta PKK Kelurahan Sumerta dihadiri Camat Denpasar Timur, I Wayan Herman dan Lurah Sumerta I Wayan Eka Apriana. Dalam kesempatan tersebut diserahkan tomat, cabai, terong dan ketela oleh Plt Kadis Petanian Kota Denpasar, AA Gede Bayu Brahmasta.

Antari Jaya Negara minta masyarakat terus melakukan berbagai aktivitas yang kreatif, salah satunya memanfaatkan pekarangan melalui Hatinya PKK. Pemanfaatakan pekarangan diperlukan penataan yang benar-benar sesuai dengan Hatinya PKK.

”Saya mengapresiasi pelatihan yang dilakukan. Kelurahan Sumerta bisa memanfaatkan pakarangan dan agaimana membuat ecoenzyme untuk keperluan pupuk tanaman,” ujarnya.

Antari Jaya Negara mengingatkan peserta agar usai pelatihan memperaktekan materi yang didapat dalam pelatihan guna mewujudkan pekarangan yang asri.  Minimal dapat mengurangi pengeluaran dalam rumah tangga untuk kebutuhan sayur mayur.

”Hatinya  PKK ini menjadi jawaban, saat aktivitas masyarakat di luar rumah dibatasi selama pandemi. Selain hasilnya menjaga imun tubuh, juga menjaga kesehatan ,” ujarnya.

Setiap jengkal tanah atau halaman bisa dioptimalkan dengan berbagai tanaman yang bermanfaat bagi keluarga. Ketika tinggal di kota besar atau daerah yang padat penduduk tidak memiliki halaman luas, masih dapat memanfaatkan ruang yang ada dengan menanam vertikal melalui tabulapot digantung. Selain itu, pengelolaan Hatinya PKK dapat diintegrasikan dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Sampah organik dapat diolah menjadi pakan ternak atau pupuk organik. Sementara sampah yang bisa didaur ulang bisa diubah menjadi kerajinan bernilai jual tinggi.

Sementari Plt. Kadis Pertanian Kota Denpasar AAG Bayu Brahmasta mengungkapkan, pihaknya mendukung gerakan Hatinya PKK. Selain untuk kebutuhan sehari-hari dan hasilnya melebihi kebutuhan bisa dijual menambah pendapatan. Melalui pelatihan ecoenzyme juga dapat mengurangi tumpukan sampah. Mengingat sampah-sampah daun dapat digunakan untuk sampah organik.

”Pemanfaatan pakarangan untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Wayan Sumatra salah seorang warga yang telah memanfaatkan pekarangan untuk Hatinya PKK mengaku, sangat terbantu adanya Hatinya PKK. Selain membantu kebutuhan sehari-hari juga mengurangi pengeluaran membeli sayur mayur.

”Saya merasakan keberadaan Hatinya PKK membuat pakarangan hijau dn bermanfaat keperluan sehari-hari,” ujarnya.