Menu

Pemkot Denpasar Beri Ruang Kreativitas Difabel, Ayu Senang Jadi MC Di Puncak HKG Propinsi Bali Ke-43

  • Selasa, 10 Maret 2015
  • 691x Dilihat

Kota Denpasar dibawah duet kepemimpinan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota I GN Jaya Negara yang mengarahkan kebijakan dasar melalui visi Denpasar kreatif berwawasan budaya, tidak saja sarat pada penguatan jati diri masyarakat yang berlandasan budaya, namun juga sarat perhatian kepada penyandang disabilitas (difabel). Pemerintah Kota Denpasar bekerjasama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar tidak saja memberikan bantuan kepada para difabel, namun juga melaksanakan pemberdayaan secara berkesinambungan kepada difabel yang telah mampu meningkatkan  kreativitas para difabel. Seperti penampilan kreativitas difabel pada puncak kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Propinsi Bali Ke-43 yang dilaksanakan di Kota Denpasar, Selasa (10/3) di Taman Kota Lumintang Denpasar.

Penampilan kreativitas para difabel pada HKG bukan sebagai penampilan pertama diatas panggung pertunjukan yang disajikan kepada para tamu undangan. Namun melalui kegiatan pemberdayaan bagi difabel yang dilakukan K3S Denpasar dibawah pimpinan Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra yang melibatkan para seniman di Kota Denpasar, didukung penuh Pemkot Denpasar melalui instansi terkait memberikan ruang kreativitas kepada difabel.  Seperti kegiatan Utsawa Dharmagita bagi difabel, drama musikal, pembuatan mini album Tak Ada Yang sempurna, keterlibatan sebagai penyiar di radio publik Kota Denpasar serta membuat film yang berjudul "Widya, Jemari Jiwaku Menari" kisah nyata penyandang disabilitas tuna rungu Kota Denpasar, serta dalam waktu dekat ini akan memfasilitasi buku yang ditulis salah satu difabel I Gusti Ayu Diah Manik Pratiwi dengan judul Ketika Aku Dilahirkan Tak Sempurna.  

Berbagai kreativitas penyandang difabel ini kembali disuguhkan Pemkot Denpasar dihadapan Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama Ketua TP PKK Propinsi Bali, Ny. Ayu Pastika dan para undangan yang menghadiri kegiatan Puncak HKG yang dipusatkan di Kota Denpasar. Salah satunya I Gusti Ayu Diah Manik Pratiwi difabel siswa kelas I SMP ini sangat senang dapat terlibat dalam puncak HKG Propinsi Bali. Meski duduk diatas kursi roda Ayu Diah sangat percaya diri tampil di depan tamu undangan  yang juga dihadiri Walikota I.B Rai Dharmwiajaya Mantra bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra. "Saya sering diberikan kesempatan oleh Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar disetiap kegiatan budaya yang digelar di Kota Denpasar, namun kali ini baru pertama kali ditunjuk sebagai MC," ujar Ayu Diah. Keterlibatannya menurut Ayu tidak terlepas dari dukungan Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra selaku ketua K3S Denpasar yang terus memberikan ruang kreativitas dan kesempatan seperti bermain drama dan menjadi penyiar di Radio Publik Kota Denpasar.

Melihat pementasan para difabel, tuna netra yang menabuh dan bernyanyi, tuna rungu serta penyandang autisme menari  mendapat apresiasi dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika. "Saya sangat kagum melihat tuna netra menabuh, tuna rungu menari, ini sebagai potensi yang juga dapat diperhatikan TP PKK sebagai organisasi kewanitaan," ujar Made Mangku Pastika.

Penampilan difabel tuna rungu menari dengan menampilkan tari Sekar Jempiring, tari Kupu-kupu Tarum dengan iringan musik para penyandang tuna netra, tak kalah menarik Julius bersama Made Ajus menyanyikan salah satu lagu yang diciptakan Ny. I.A Selly "Tak Ada yang Sempurna". Tidak ada perbedaan yang terlihat antara orang normal dengan difabel. Mereka mampu menampilkan secara apik gerak tari dan tabuh layaknya orang normal. "Penampilan mereka tak kalah dengan orang normal kita harus memberikan ruang lebih luas kepada difabel, karena menurut kami mereka memiliki potensi yang cukup besar, tinggal memberikan ruang mereka untuk berekpresi dan berkreatifitas," kata Selly Mantra. (Pur)