Menu

PEMKOT DENPASAR RAIH APE TINGKAT UTAMA NASIONAL

  • Minggu, 22 Desember 2013
  • 1156x Dilihat

Pemerintah Kota Denpasar kembali meraih prestasi tingkat nasional yakni Anugrah Parahita Ekapraya (APE) katagori Utama, yaitu penghargaan  dibidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.  Penghargaan ini diberikan Pemerintah Pusat karena Pemkot Denpasar dinilai terus berinovasi dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan perempuan dan pemenuhan hak-hak anak. Program Pemkot Denpasar  tidak terhenti pada pembutan program-program saja, tetapi secara berkesinambungan  memberikan ruang kreatfitas dan fasilitas kepada pemberdayaan perempuan maupun bagi anak-anak. Disamping itu Pemkot Denpasar juga memperhatikan pendidikan bagi anak-anak bekebutuhan khusus dan penyandang disabilitas.  Penghargaan ini  diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Ibu ke-85 yang dihadiri langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono dan para menteri perempuan Kabinet Bersatu II seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar, dan beberapa menteri lainnya.
“Penghargaan ini sebagai tantangan kedepan Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan kebutuhan bagi pemberdayaan perempun maupun akan hak-hak terhadap anak, seperti ruang kreatifitas dan fasilitas pendidikan terhadap anak,” ujar Walikota Rai Mantra disela-sela menerima penghargaan. Disamping itu APE yang diterima kali ini menurut Walikota Rai Mantra jangan sebagai pemuas diri, namun mampu sebagai motivator untuk peningkatan kegiatan, kreatifitas dan fasilitas terhadap anak.

Sementara Kepala Badan Keluarga Berencana (KB) dan Pemberdayaan Perempuan (PP) Kota Denpasar I Gst Agung Laksmi Dharmayanti mengatakan keberhasilan Pemerintah Kota Denpasar meraih APE tahun ini karena telah mampu memberikan acuan bagi aparatur Pemerintah Daerah dalam strategi pengintergrasian gender yang dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, penganggaran, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di daerah. Mewujudkan perencanaan berperspektif gender melalui pengintegrasian pengalaman, aspirasi, kebutuhan, potensi, dan penyelesaian permasalahan laki-laki dan perempuan, mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga, berbangsa dan bernegara, mewujudkan pengelolaan anggaran daerah yang respontif gender dan meningkatkan kesetaraan dan keadilan dalam kedudukan, peranan dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan sebagai insanserta sumber daya pembangunan.

Disamping itu menurut Agung Laksmi, untuk meningkatkan peran kelembagaan pemerintah dan non pemerintah dalam Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui Peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketersediaan dan penggunaan data terpilah, mengintegrasikan perspektif gender ke dalam siklus perencanaan dan penganggaran di tingkat pusat dan daerah melalui Kebijakan Anggaran  yang responsife gender di arahkan untuk mengurangi kesenjangan gender melalui penerapan strategi PUG. Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Madya telah di raih dua kali berturut-turut Pemerintah Kota Denpasar. Selain Penghargaan APE Kota Denpasar juga meraih penghargaan RS Sayang Ibu, P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera), Banjar Yangbatu Kauh, Desa Dangin Puri Klod, dan Kelompok BKB Banjar Wangaya Klod. “Semuai ini dapat juara I di tingkat Provinsi Bali dan mereka diundang untuk hadir di Jakarta, pada puncak peringatan hari Ibu ke-85”, ujar A.A Laksmi. (Pur)