Selain posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat terdepan yang ada disetiap banjar, hendaknya juga posyandu tempat ajang silahturami bagi bagi para lansia. Dengan demikian para lansia dapat mengisi hari-hari tuanya dengan nyaman. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra yang didampingi Wakil Ketuanya Ny. Antari Jaya Negara saat menutup posyandu paripurna binaan Provinsi Bali, di Banjar Tulangampiang, Desa Pemecutan Kaja Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (2/12). Penutupan posyandu yang ini dihadiri Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra, Kades Pemecutan Kaja AAN Arwatha dan tokoh masyarkat.
"Pelaksanaan posyandu merupakan program pemerintah yang bersinergi dengan PKK Kota Denpasar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya ibu, bayi dan lansia," ujar Ny. Selly. Ini terbukti semakin meningkatnya derajat kesehatan di Kota Denpasar. Disamping itu Ny. Selly mengharapkan pada para lansia untuk turut mengisi pembangunan sebaik-baiknya dengan berbagai kreativitas sesuai dengan keahliannya. Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar selalu memberikan ruang berkreativitas bagi masyarakat termasuk para lansia melalui Hari Lanjut Usia. Berbagai kegiatan dilaksanak utamanya kegiatan seni seperti jangger, senam, termasuk juga tari massal bagi lansia. Ny. Selly berharap setiap kegiatan yang dilaksanakan bagi masyarakat khususnya lansia dapat memotivasi semangat para lansia untuk terus berkreativitas. "Kita mengetahui para lansia banyak pensiunan guru, tentunya kita dapat menyerap berbagai pengalaman dari beliau-beliau," ujar Ny. Selly. Kedepannya kegiatan posyandu ini hendaknya terus berlanjut meski posyandu paripurna telah ditutup.
Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra menambahkan kegiatan posyandu di banjar-banjar utamanya untuk meningkatkan kesehatan para lansia, ibu hamil serta melahirkan dan balita. Peran Posyandu yang ada di banjar-banjar sangat penting dalam membantu masyarakat untuk meningkatkan drajat kesehatan.
Kades Pemecutan Kaja AAN Arwatha mengatakan posyandu paripurna yang dilaksanakan di Br. Tulangampiang telah dilaksanakan sebanyak 13 kali. Untuk pelaksanaan posyandu paripurna binaan provinsi ini menyasar 30 lansia dan 30 balita. Meski demikian menurut Arwatha seluruh balita dan lansia yang masing-masing berjumlah 70 lansia dan 55 balita tetap hadir untuk mengikuti kegiatan posyandu. "Kami harapkan kegiatan posyandu benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyakat," harap Arwatha.
Salah seorang lansia Nyoman Adi mengaku kegiatan posyandu yang dilaksanakan sangat dirasakan manfaatnya bagi para masyarkat khususnya para lansia. Karena posyandu ini selain untuk memeriksakan kesehatan juga sebagai ajang silahturahmi antar lansia. "Pelaksanaan posyandu sangat bagus untuk bertemu kangen dengan para lansia melalui kegiatan seni seperti mewirama," ujar Nyoman Adi.