Keberhasilan Pemerintah Kota Denpasar meraih Prakarti Utama I dalam melaksanakan program PKK menyebabkan banyak daerah lain ingin untuk belajar ke Kota Denpasar. Seperti yang disampaikan Ketua TP PKK Kota Bandung Ny. Atalia Praratia Ridwan Kamil saat menerima kunjungan PKK Kota Denpasar beberapa hari lalu. Demikian disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly Mantra Minggu (7/8).
Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan meski telah meraih Prakarti Utama I Nasional pihaknya tetap mengajak Ketua TP PKK Desa/Lurah untuk meningkatkan wawasan ke daerah lain. Mengingat mereka ini merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan program-program PKK. “Saya yakin banyak hal yang bisa diambil dari Kota Bandung untuk pelaksanaan program PKK di Kota Denpasar,” ujar Ny. Selly. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini semakin memberikan semangat bagi PKK kades/lurah untuk bekerja dan bekerja dalam membantu Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Ny. Selly Mantra kunjungan Ketua PKK desa/lurah ke Kota Bandung dilaksanakan dari tanggal 4-6 Agustus yang juga diikuti Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua Gatriwara Ny. I Gst Ngurah Gede serta Ketua TP PKK Kecamatan.
Sementara saat kunjungan Ketua TP PKK Kota Bandung Ny. Atalia Praratia Ridwan Kamil menyampaikan ingin belajar ke Kota Denpasar terlebih lagi telah mencapai Prakarti Utama I. Menurutnya memang ada perbedaan signifikan antara Kota Denpasar dan Kota Bandung mulai dari luas wilayah dan jumlah penduduk. Di Kota Denpasar terdapat kemajuan yang luar biasa terutama dalam kebersihan. Untuk itu sangat wajar mendapatkan penghargaan Prakarti Utama I yang merupakan penghagaan tertinggi bidang Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) dalam melaksanakan program PKK. Terlebih lagi dalam penanganan permasalahan di Kota Denpasar selalu berkaitan budaya. Sehingga masyarakat lebih mudah untuk diajak dalam mewujudkan pembangunan kota. Sebagai salah satu contoh untuk penanganan sampah di Kota Denpasar selalu berkaitan dengan keberadaan desa adat sehingga hal tersebut sangat baik dalam penanganannya. Kalau di Bandung sendiri sangat sulit mengajak masyarakat dalam mewujudkan hal tersebut. Mengingat dalam pelaksanaan setiap program tidak ada berkaitan dengan budaya yang ada. Disamping Kota Bandung kota yang sangat besar dilhit dari jumlah penduduk mencapai 2,4 juta jiwa dengan dengan 30 kecamatan dan 151 kelurahan. Disamping itu kota Bandung merupakan kota terbuka yang juga dijuluki kota akademik mengingat universitas yang ada di Kota Bandung mencapai 50 universitas. Itu salah satu dampak adanya peningkatan jumlah penduduk tiap tahunnya. Hal ini juga mempengaruhi sulitnya menjadi tantangan terberat dalam menangani permasalahan sampah di Kota Bandung. Untuk itu dengan kerja keras akhirnya Kota Bandung berhasil meraih penghargaan Adipura berturu-turut selama dua tahun dimana sebelumnya hampir selama 17 tahun tidak pernah meraih tropi Adipura.
Terkait dengan pelaksanaan usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) di Kota Bandung telah dilaksankan berabagai upaya. Salah satunya memberikan bantuan tanpa bunga bagi UP2K yang di Kota Bandung. Hal itu untuk membantu dalam meningkatkan dalam segi permodalan sehingga dapat usahanya terus meningkat. (Gst)