Menu

PKK Kota Denpasar Gandeng WHDI Gelar Pelatihan Banten Tumpeng Solas Di Br. Kedua

  • Minggu, 14 September 2014
  • 734x Dilihat

PKK Kota Denpasar terus gencar meningkatkan pemahaman masyarakat terutama ibu-ibu dan seka teruni dalam melestarikan budaya salah satunya untuk membuat banten yadnya. Kegiatan pelatihan membuat banten ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan jenis banten yag diberikan dalam pelatihan sesuai dengan permintaan dari ibu-ibu di banjar-banjar. Demikian disampaikan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. yang juga Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara saat membuka pelatihan banten yang kali ini melakukan pelatihan membuat banten tumpeng solas, Minggu (14/9) di Br. Kedua, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara. Dalam pelatihan banten juga menggandeng WHD Kota Denpasar disosialisasi pemanfaatan buah lokal untuk upacara-upacara agama oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura  Kota Denpasar.

Lebih lanjut Ny. Antari menambahkan pelatihan ini pada dasarnya untuk menyamakan persepsi dalam membuat banten sehingga sesuai dengan sastra agama. Dalam kesempatan tersebut Ny. Antari menambahkan pelatihan banten bukan menggurui melainkan untuk sama-sama saling mengisi dan menyamakan persepsi. Disamping itu kedepannya biaya untuk membuat banten akan semakin mahal, bila bisa membuat banten sendiri diharapkan dapat menekan biaya-biaya tersebut. "Kita mengetahui hampir setiap saat membuat banten, yang pasti setiap enam bulan membuat banten otonan. Minimal kami harapkan ibu-ibu bisa membuat banten otonan sendiri," harap Ny. Antari. Setelah mengikuti pelatihan banten ini para peserta diharapkan juga dapat mengetok tularkan pemahaman pembuatan banten yang benar kepada anggota keluarga lainnya yang tidak mengikuti pelatihan ini.

Sementara Kepala Desa Peguyangan Kangin AA Sukarata menyambut baik kegiatan pelatihan ini yang menyasar ibu-ibu. Mengingat hampir setiap hari ibu-ibu membuat banten, sehingga perlu memahami secara benar sesuai dengan sastra agama dalam membuat banten tersebut. "Kami sangat senang pelatihan ini dilaksanakan di wilayah desa Peguyangan Kangin, mengingat belakangan ini
sering ada upacara agama. Tentunya pelatihan ini sangat membantu ibu dalam pemahaman membuat banten," ujar AA Sukarata. Kedepannya Ia mengharapkan pelatihan semacam ini agar rutin dilaksanakan mengingat di banjar-banjar akan selalu ada keluarga baru yang belum memahami tentang pembuatan banten secara benar. Disamping itu akan sangat membantu untuk lebih meringankan 
keluarga karena banten tersebut tidak harus membeli.

Nara sumber pelatihan Wayan Sukerti dari WHDI mengatakan dalam membuat banten hendaknya ibu-ibu lebih dahulu menghilangkan pikiran-pikiran atau perbuatan yang tidak sesuai dengan agam seperti marah-marah. Hal ini mempengaruhi banten itu sendiri mengingat akan dipersembahkan pada Tuhan. "Kami harapkan para ibu-ibu sebelum membuat banten agar menyucikan seluruh pikiran dan perbuatan dari hal-hal negatif sehingga banten yang dibuatpun menjadi suci," harap Sukerti. (Gst)