Posyandu Manda Sari, Desa Dangin Puri Kelod Kecamatan Denpasar Timur maju ketingkat nasional dalam lomba posyandu Tumbuh Aktif Tanggap (TAT). Penilaian ini dilakukan oleh salah satu perusahaan susu terbesar di Indonesia yang bekerjasama dengan PKK Pusat. Disamping penilaian posyandu juga dilakukan penilaian terhadap kader posyandu dalam pelaksanaan program PKK di masyarakat.
Ketua Kelompok Posyandu dan juga kader posyandu yang mewakili Bali dalam lomba tingkat nasional tanggal 15 Nopember mendatang di Jakarta, Ni Made Kasmiati ditemui disela-sela persiapan, Kamis (12/11) di Br. Mendala Sari mengatakan merupakan suatu kebanggaan kelompok posyandunya keluar menjadi yang terbaik sehingga bisa mewakili provinsi Bali ditingkat nasional. Kelompok posyandu ini akan bersaing dengan seluruh perwakilan provinsi se-Indonesia. Menurutnya pelaksanaan posyandu rutin dilaksanakan setiap bulan. Baik juga terkait dengan pelaksanaan administrasi yang menjadi salah satu persyaratan untuk mengetahui tumbuh kembang anak. "Adanya penilaian terhadap posyandu yang pimpinya tentunya tidak menjadi suatu beban. Mengingat apa yang menjadi indikator penilaian telah rutin dilaksanakan dalam pelaksanaan posyandu," ujarnya. Untuk itu pihaknya bersama kader-kader yang lain terus melakukan penyuluhan ke rumah-rumah khususnya ibu yang memiliki balita. Sehingga dalam penilaian yang dilakukan semua ibu-ibu yang mempunyai balita mengetahui dengan baik bagaimana pengisian cek lis atau formulir yang telah disediakan oleh tim penilai.
Lebih lanjut Kasmiati menambahkan dalam penilaian posyandu beberapa indikator telah dinilai tim meliputi administrasi dan program kerja. Dalam administrasi tim penilai langsung memantau cara pengisian cek lis atau formulir oleh para ibu balita. "Tim penilai ingin mengetahui sejauh mana keberhasilan para kader dalam memberikan penyuluhan terhadap masyarakat terutama ibu balita dari pengisian cek lis atau formulir," jelasnya.
Sedangkan untuk kader yang dinilai menurut Kasmiati, para tim penilai menguji kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan. Sejauh mana efektivitas dari penyuluhan yang diberikan sehingga para ibu-ibu memahami apa yang telah disampaikan.
Laporan yang telah disampaikan kepada tim penilai berupa kegiatan berupa film kegiatan semua terkait posyandu dan kader posyandu. Dari empat kabupaten kota yang dinilai yaitu Denpasar, Karangasem, Buleleng dan Badung membawa Kota Denpasar menjadi posyandu terbaik sehingga mewakili Provinsi Bali. Dalam penilaian tersebut yang dinilai Tim Penilai juga bagaimana peran Pemerintah, PKK dan Masyarakat terhadap pelaksanaan posyandu. "Dengan diraih hasil terbaik membuktikan bahwa Pemkot Denpasar telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kesehatan terutama posyandu," jelasnya. (Gst)