Setelah menampilkan Fragmentari Sang Hyang Legong Dewi Uma di Anjungan Bali TMII, Pemerintah Kota Denpasar yang mendapat kehormatan sebagai duta seni Propinsi Bali kembali mengisi acara Pesona Budaya Gedung Teater Bhineka Tunggal Ika TMII. Dalam kegiatan yang bertajuk Bali Night duta seni Kota Denpasar menampilkan garapan Drama Tari “Sang Sutasoma”, Minggu (20/4). Selain disaksikan ribuan masyarakat ibukota pementasan drama tari kolosal ini juga disaksikan Menteri Dalam Negeri beserta Ny. Hj. Vita Gamawan Fauzi. Duta Seni Denpasar di support langsung Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra, serta Sekda Kota Denpasar AAN. Rai Iswara dan beberapa Pimpinan SKPD di Kota Denpasar. Dengan melibatkan 280 seniman, penampilan drama tari ini mampu menarik perhatian ribuan pengunjung TMII, dan para tamu undangan yang hadir saat itu. Tidak saja menampilkan gerak tarian dan seni tabuh, drama tari “Sang Sutasoma” ini juga menggunakan berbagai properti pementasan seperti ogoh-ogoh yang mendapat decak kagum para penonton. Selain menampilkan Dramatari Denpasar juga memperkenalkan berbagai produk budaya unggulan, baik seni tradisi, kerajinan, kuliner hingga kain tradisional Bali. Berbagai pameran produk unggulan daerah hingga citra budaya tradisi dari 33 propinsi di Indonesia ditampilkan pada HUT Tahun ini yang berlangsung dari tanggal 17-27 April mendatang.
Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi mengatakan dalam peringatan Hut tahun ini, TMII diminta dapat meningkatkan peran dan fungsinya sebagai wahana pelestarian, menjaga dan memelihara budaya bangsa. Disamping itu TMII sebagai wahana nyata untuk saling mengenal dan mencintai seni budaya daerah yang beranekaragam, serta TMII merupakan bagian dari pikiran nyata agar kita semakin mengenal, siapa, dan bagaimana sesungguhnya Indonesia itu. Dengan cinta tanah air maka akan tumbuh pula rasa persatuan dan kesatuan Indonesia. Anjungan daerah TMII yang sangat memadai dengan beragam budaya yang berpotensi sebagai perekat persatuan dan kesatuan, sehingga TMII ini dapat dikelola secara baik dalam mengembangkan dan melestarikan budaya daerah di Indonesia.
Sementara Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, Denpasar sebagai Ibu Kota Propinsi Bali mempunyai misi yakni mewujudkan kebudayaan sebagai landasan pembangunan Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Propinsi Bali yang telah memberikan kesempatan kepada seniman Kota Denpasar untuk menampilkan kreativitasnya, serta menambah wawasan dan jam terbang dalam berkesenian bagi seniman Denpasar. Sebagai gelar Paramawisesa Sutasoma menginspirasi Empu Tantular menyusun karya sastra dengan falsafah Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Indonesia dengan keragaman suku, tradisi, dan seni, yang menjadi jati diri Bangsa Indonesia. Usai pagelaran drama Tari “Sang Sutasoma” Ketua TP PKK Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra menerima buket bunga dari Hj. Vita Gamawan Fauzi. (Pur)