Sebagai wadah untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu maupun teruna teruni di Kota Denpasar dalam merangkai bunga serta para petani bunga, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar bekerjasama dengan Kelompok Pasca Panen Jempiring Kota Denpasar membuat Tempat Pelatihan Merangkai Bunga. Tempat Pelatihan Merangkai Bunga yang bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Denpasar Barat diresmikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Kamis (13/2). Hadir juga pada acara tersebut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar Gede Ambara Putra, Camat Denpasar Barat IB Joni Ari Wibawa, Kasubag Pemberitaan Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar Dewa Gede Rai dan SKPD terkait.
Ketua Panitia sekaligus Kabid Pembinaan dan Pemasaran Ketut Ayu Dewi Aggreni Cahyani mengatakan, tempat pelatihan merangkai bunga ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan ibu-ibu-ibu dan teruna teruni dalam hal penanganan pasca panen tanaman hias. Terutama dalam hal merangkai bunga lokal sebagai cikal bakal produk unggulan pertanian Kota Denpasar. Bahkan, selama ini belum ada tempat pelatihan merangkai bunga secara resmi. “Jadi tempat pelatihan ini merupakan satu-satunya ada di Denpasar khususnya maupun Bali,’ katanya.
Menurutnya kedepan pihaknya secara rutin dilaksanakan pelatihan, selain menyasar ibu-ibu PKK dan Kelurahan, juga akan menyasar kurang taruna. Namun, yang paling penting akan menyasar remaja yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, karena remaja itu membutuhkan keterampilan.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Hortikultura Kota Denpasar Gede Ambara Putra mengatakan, tempat pelatihan merangkai bunga ini satu-satunya yang ada di Bali, sehingga kelompok yang mau belajar merangkai bunga dapat belajar di tempat ini. Menurutnya, munculnya gagasan tempat pelatihan merangkai bunga ini, karena bunga lokal yang ada di Kota Denpasar belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, tempat ini sebagai tindak lanjut dari idenya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra. “Saat lomba merangkai bunga beberapa waktu yang lalu mereka sangat antosias untuk mengikuti, sehingga dengan ada tempat pelatihan ini mereka dapat belajar lebih baik lagi,” ungkapnya.
Bagi yang ingin belajar merangkai kata dia bisa datang baik secara perorangan maupun kelompok. Tapi dari Dinas sendiri hanya menjembatani khusus untuk kelompok seperti, PKK, Teruna Teruni dan lain sebaiknya. Karena pihaknya telah membayar satu paket pelatihan merangkai bunga. “Untuk kelompok yang ingin mendapat pelatihan harus mengirim surat ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar,” katanya.
Instruktur Pelatihan Merangkai Bunga Didon Kajeng menambahkan, dengan ada tempat pelatihan ini bunga lokal yang ada di Bali bisa diterima dan bermanfaat. Sehingga pihaknya akan memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak yang tidak mampu atau putus sekolah. Namun membuat surat keterangan tidak mampu, karena saat ujiannya merangkai bunga bahan-bahannya sangat mahal sekali,” katanya.
Didon Kajeng menambahkan, untuk perorangan yang ingin mendapatkan pelatihan merangkai bunga biaya instruktur sebesar Rp 1,5 juta untuk 8 kali pertemuan. Dengan adanya tempat pelatihan merangkai bunga ini masyarakat Bali dapat meningkatkan memanfaatkan bunga lokal. Karena peminat bunga lokal yang ada di Bali hanya disukai oleh wisatawan mancanegara. (Ayu)