Menu

RIBUAN PENONTON PADATI FESTIVAL OMED OMEDAN

  • Rabu, 17 Maret 2010
  • 546x Dilihat
Sesetan Haritage Omed-Omedan Festifal 2010 yang merupakan kreasi Teruna-Teruni Banjar Kaja Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan kemarin berlangsung meriah. Ribuan penonton dari berbagai sudut Kota tumpah ruah memenuhi areal pertunjukkan yang terbilang sempit. Tak terkecuali Walikota I B Rai D. Mantra didampingi Ketua TP PKK Kota Denapasar Ny. Selly Mantra, DPRD Kota, SKPD, Camat Densel, Kades/Lurah dan Tokoh-Tokoh Masyarakat ikut menyaksikan pertunjukan ini, Rabu (17/3). Menurut ketua panitia Putu Wiranata Jaya dalam laporannya mengatakan, kegiatan omed-omedan yang berlangsung setiap tahun dipesembahkan dalam rangka untuk memperkaya kasanah budaya disamping untuk mendukung Denpasar sebagai Kota Kreatif Yang Berwawasan Budaya. Acara omed-omedan yang digelar sehari setelah masyarakat Hindu merayakan berata penyepian yaitu pada hari ngembak geni disamping sebagai warisan budaya leluhur event ini juga memiliki nilai sakral. Seperti yang diceritakan oleh penglingsir Puri Oka bapak I Gst. Oka Putra ketika omed-omedan ini pernah tidak diadakan terjadi peristiwa aneh yaitu dua ekor babi yang asal muasalnya maupun pemiliknya tidak diketahui bertarung habis-habisan disamping banyak warga yang menderita sakit yang tidak kunjung sembuh. Dan berdasarkan kesepakatan warga akhirnya peristiwa ini diteropong melalui orang pintar ditambah ada warga yang kerauhan maka didapatlah jawaban bahwa omed-omedan adalah kehendak dari sesuhunan yang berstana di Pura Banjar Kaja dan meminta agar kegiatan ini harus terus diadakan, ucapnya. Kegiatan yang disaksikan ribuan penonton dari berbagai penjuru makin meriah ketika salah seorang anggota Dewa Kota dari partai PNIM asal Sesetan Ketut Resmiyasa, ST didaulat ikut dalam kegiatan tersebut bersama istri tercinta. Alhasil semua penontonpun bersorak memberi aplaus kepada pasangan ini tak terkecuali Walikota Rai Mantra dan Lolak anggota DPD Bali asal Klungkung yang ikut hadir dalam kesempatan tersebut turut memberi semangat. I Ketut Sutama salah seorang pengunjung yang begitu antusias menyaksikan acara ini mengatakan salut dengan digelarnya acara ini yang merupakan budaya leluhur yang patut dilestarikan. Ditambahkannya pula bahwa kegiatan ini tidak ada unsur pornografi bahkan dengan kegiatan ini para teruna makin terlihat kompak dan akrab satu sama lain seperti yang kita lihat, ujarnya. Menepis anggapan segelintir orang bahwa kegiatan ini hanya berciuman saja. Dalam acara tersebut Walikota Rai Mantra juga menyerahkan hadiah pada pemenang lomba. (Sdn)