Menu

Sambil Bermain Simulasi, PKK Kota Denpasar Sosialisasikan Pola Asuh Anak dan Remaja

  • Sabtu, 16 September 2017
  • 1113x Dilihat

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi membuat anak mempunyai dunia tersendiri. Hal ini menjadi tantangan bagi para orang tua dalam mengasuh anak dan remaja di keluarga masing-masing. Melihal hal tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra beserta jajaran pengurus PKK Kota Denpasar membuat terobosan inovasi dalam mensosialisasikan pola asuh anak dan remaja melalui lomba permainan simulasi. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing kecamatan dengan mengambil tema pola asuh anak dan remaja dengan penuh cinta dan kasih sayang dalam keluarga dilaksanakan Sabtu (16/9) di Gedung Wanita Shanti Graha.

“Lomba simulasi ini merupakan program inovasi PKK Kota Denpasar dalam mensosialisasikan setiap program pada masyarakat. Mengingat dengan simulasi masyarakat lebih tertarik untuk mengikuti sosialisasi ini,” ujar Ny. Selly saat ditemui usai membuka acara lomba simulasi tersebut. Selama ini pelaksanaan sosialisasi lebih cendrung monoton dengan menghadirkan pembicara didepan. Sehingga tidak jarang apa yang disosialisasikan tidak diterima dengan baik oleh peserta sosialisasi. Melalui terobosan inovasi dengan dikemas sambil bermain mensosialisasikan program masyarakat akan lebih tertarik sehingga tujuan dari sosialisasi dapat tercapai. Terlebih lagi dalam sosialisasi simulasi langsung melibatkan para kader ini akan semakin menarik mengingat semua masyarakat sebagai duta masing-masing kecamatan akan datang menyaksikannya. “Dengan dikemasnya sosialisasi dalam suatu permainanan simulasi tampaknya lebih efektif dalam mensosialisasikan program,” ujarnya.

Disamping itu metode ini digunakan untuk sosialisasi, karena permainan simulasi ada diskusi antar peserta. Dalam pelaksanaan diskusi tersebut para peserta bebas menyampaikan pendapat sesuai topik yang dibahas. Permainan simulasi juga sebagai pembelajaran demokrasi mengingat peserta dalam kesempatan tersebut harus belajar mendengar pendapat orang lain meskipun pendapat tersebut salah. Dengan demikian diharapkan permainan simulasi dapat mempercepat pemahaman anggota PKK terhadap program pokok PKK.  Ny. Selly menambahkan metode simulasi sangat efektif digunakan untuk penyuluhan karena dalam permainan simulasi ada diskusi antar peserta yang dikemas dengan suasana gembira sehingga tidak membosankan. Ny. Selly yakin dengan cara simulasi masyarakat akan mudah menerima pesan yang disampaikan. Mengingat para peserta simulasi selain dari kader PKK juga dari bapak-bapak.

Ketua TP PKK Kelurahan Sesetan Ny. Sri Karyawati Mahardika yang menjadi wakil kecamatan Denpasar Selatan ditemui disela-sela lomba lomba simulasi yang dilaksanan TP PKK Kota Denpasar sangat bagus dalam mensosialisasikan program. Dengan metode bermain ini masyarakat tidak jenuh untuk mengikuti sosialisasi tersebut. Ia berharap kedepannya metode simulasi ini agar terus dilaksanakan dengan menyasar banjar-banjar sehingga lebih mudah dalam mensosialisasikan suatu program. (Gst)