Pemerintah Kota Denpasar tetap komit memperhatikan pembangunan fisik termasuk juga pembangunan sumber daya manusianya diantaranya memperhatikan kesejahteraan para lansia. Melalui PKK Kota Denpasar sebagai partner Pemerintah Kota Denpasar dalam melaksanakan program-programnya selalu mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk juga memperhatikan kesehatan jasmani maupun rohani. Seperti salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun yaitu mengajak para lansia metirtayatra. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar IA Selly D. Mantra yang didampingi Wakil Ketuanya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny Kerti Rai Iswara, Kamis (29/6) disela-sela mengikuti kegiatan tirta yatra di Pura Tirta Empul. Untuk tahun ini selain ke Pura Tirta Empul tirta yatra juga dilaksanakan pura Penataran Sasih, Gianyar.
Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan kegiatan ini adalah merupakan bentuk kepedulian Pemkot Denpasar kepada para lansia, setelah dilaksanakannya posyandu paripurna yang menyasar 17 lokasi. Kegiatan ini adalah merupakan bentuk kepedulian Pemkot Denpasar kepada para lansia. Kegiatan tirta yatra tahun ini diikuti 1500 peserta dari empat kecamatan dari tanggal 29 Juni sampai 1 Juli mendatang. "Ini merupakan bentuk nyata program yang dilaksanakan PKK Kota Denpasar yang bekerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan," ujarnya. Melalui pelaksanaan posyandu telah mampu meningkatkan angka harapan hidup lansia dari 71 tahun menjadi 73 tahun. Tentunya ini perlu terus ditingkatkan sehingga angka harapan hidup dan kesehatan masyarakat terus meningkat.
Dalam posyandu para lansia diperhatikan kesehatan jasmaninya sedangkan melalui metirtayatra pihaknya memperhatikan kesehatan mental spiritual. "Pembangunan kesehatan bukan hanya memperhatikan aspek fisik semata, namun juga kesehatan mental spiritual," ujar Ny. I.A. Selly. Kegiatan metirtayatra sebagai bentuk meningkatkan aktivitas para lansia. Disamping itu semakin meningkatnya spiritual para lansia diharapkan kedepannya dapat membimbing para generasi muda. Ny. Selly D. Mantra menambahkan, tirtayatra ini sebagai bentuk perhatian dan upaya menyeimbangkan pembangunan fisik dan kesehatan mental psikologis para lansia di Kota Denpasar. "Antara pembangunan fisik dengan mental spiritual mesti sejalan, seiring, sehingga pelaksanaan pembangunan berhasil mencapai tujuan," jelas Ny. Selly yang sangat akrab dengan lansia ini.
Salah seorang lansia AA Ketut Rawita dari Br. Tegal Agung mengatakan program yang dilaksanakan PKK Kota Denpasar sangat baik sekali. Ini menandakan Pemkot Denpasar memperhatikan tingkat kesejahteraan masyarakat termasuk para lansia. "Kegiatan yang dilakukan Pemkot Denpasar melalui PKK Kota Denpasar sangat bagus sekali, sebagai bentuk perhatian pada para sesepuh lansia ini," ujar Rawita. (Gst)