Menu

Tingkatkan Kemandirian Merias Diri, PKK Kota Denpasar Latih Ratusan Ibu-Ibu Tata Rias

  • Minggu, 28 Agustus 2016
  • 844x Dilihat

Tingginya kegiatan adat di Bali khususnya di Kota Denpasar membuat ibu-ibu sering harus hadir dengan pakaian dan mesanggul. Agar ibu-ibu mandiri bisa berhias sendiri dan tidak harus pergi ke salon, PKK Kota Denpasar menggelar pelatihan tata rias dengan menggandeng Salon Agung.

"Pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu dan para kader PKK Kota Denpasar untuk tata rias. Sehingga mereka minimal bisa merias diri sendiri tanpa harus pergi ke salon," ujar Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara ditemui usai membuka pelatihan tata rias di Banjar Anggabaya, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu petang (28/8).

Pelatihan tata rias merupakan program PKK Kota Denpasar yang sangat diminati para kader dan anggota disamping pelatihan banten. Untuk itu pelatihan tata rias juga rutin dilaksanakan tiap tahun yang kali ini menyasar langsung ke banjar-banjar di empat kecamatan.

Untuk tampil cantik dan rapi tidak harus membutuhkan biaya mahal bila ibu-ibu biasa berhias sendiri. Tentunya ini akan sangat mengurangi pengeluaran untuk biaya ke salon. Melalui pelatihan ini Ny. Antari juga mengharapkan ibu-ibu dapat meningkatkan keterampilan sendiri minimal dilakukan untuk diri sendiri. Disamping itu usai mengikuti pelatihan ini ibu-ibu yang berminat memperdalam pengetahuan untuk tata rias PKK Kota Denpasar bekerjasama dengan Salon Agung memberikan pelatihan tata rias pengantin secara gratis untuk 30 orang peserta. "Saya harapkan untuk 30 peserta yang mengikuti pelatihan secara mendalam untuk tata rias diharapkan dapat membuka salon sehingga lapangan kerja dan membantu ekonomi keluarga," harap Ny. Antari.

Ayu Ketut Agung pemilik lembaga kursus dan pelatihan Salon Agung mengatakan komitment Ketua TP PKK Kota Denpasar untuk meningkatkan kemampuan para kadernya sangat besar sekali. Untuk itu pihaknya sangat mendukung program PKK yang menyentuh langsung masyarakat terbawah khususnya para perempuan. "Ini salah bentuk pelestarian budaya Bali melalui pelatihan tata rias. Dan juga mendukung visi Kota Denpasar yang kreatif berwawasan budaya," ujarnya. Melalui pelatihan tata rias minimal ibu-ibu bisa merias diri sendiri tanpa harus pergi ke salon, terlebih lagi sering sekali ibu-ibu ada undangan adat. Jaman sekarang ini telah berkembang cara mesanggul modern karena perkembangan kreativitas. Meski demikian ibu-ibu harus tahu bahwa cara membuat pusung tagel sebagai lambang kedewasaan ibu-ibu dan pakem untuk membuat sanggul Bali.

Ni Made Rusni peserta pelatihan mengaku pelatihan ini sangat baik sekali. Karena sangat membantu ibu-ibu untuk merias diri sendiri, sehingga mengurangi biaya untuk ke salon. Dalam pelatihan ini diikuti 160 peserta ibu-ibu Banjar Anggabaya. (Gst)