Menu

Walikota Rai Mantra Lantik Pengurus YKI Denpasar, Penanganan Kanker Harus Secara Menyeluruh dan Terpadu

  • Senin, 29 Agustus 2016
  • 789x Dilihat

Saat ini kanker serviks dan kanker payudara menjadi ancaman bagi para perempuan. Untuk itu dalam menangani ancaman tersebut diperlukan penanganan secara menyeluruh dan terpadu. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat melantik pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Kota Denpasar periode 2016-2021 dan seminar sehari tentang strategi pencegahan kanker servik pada perempuan dewasa dan anak-anak, Senin (29/8) di ruang Praja Utama Kantor Walikota. Pelantikan  ditandai dengan penyematan PIN YKI oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra pada Ketua YKI Cabang Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dan pengambilan sumpah pada pengurus baru.

"Penanganan kanker serviks tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, untuk itu semua pihak harus terlibat salah satunya melalui organisasi YKI ini," ujar Rai Mantra. Disamping itu diperlukan sosialisasi dan komunikasi tentang pencegahan terhadap kanker serviks pada masyarakat. Dengan demikian masyarakat mengetahui secara pasti bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk pencegahan tersebut. Dalam sosialisasi tersebut hendaknya bisa dilakukan secara terpadu dengan program yang dilaksanakan untuk masyarakat. Rai Mantra mencontohkan dalam pelaksanaan posyandu semua program yang menyasar masyarakat dapat dilaksanakan secara terpadu. Sehingga masyarakat yang hadir tidak hanya dapat pelayanan kesehatan tapi juga dapat informasi penting lainnya. Pemerintah Kota Denpasar sendiri menurut Rai Mantra telah memberikan imunisasi kanker servik pada ribuan siswa SMP yang baru.

Ketua Umum YKI Prof. Dr. dr. Ari Wicaksono dalam laporan tertulisnya yang dibacakan dr. Lukiarti Rukmini, MPH mengatakan YKI sebagai lembaga sosial memiliki peran sangat penting untuk penanggulangan kanker di Indonesia. Saat ini jumlah cabang YKI yang telah terbentuk di seluruh Indonesia sebanyak 94 cabang. Badan Internasional Penelitian Kanker mengatakan 50-70 persen penderita kanker akan terjadi di negara berkembang termasuk di Indonesia. Menurut penelitian tersebut ada tiga faktor penyebab utama penyakit tersebut yaitu adanya perubahan piramida kependudukan yang tinggi sehingga menjadi beban pemerintah dalam pengelolaannya. Sedangkan kedua adanya faktor resiko kesehatan dimana adanya perubahan prilaku pada masyarakat itu sendiri dan ketiga adanya perubahan lingkungan. Penyakit ini dapat dicegah dengan empat perilaku sehat seperti tidak merokok, tidak minum minuman keras, makan makanan sehat dan berolahraga.

Ketua Panita Penyelenggara dr. Made Ayu Witriasih menyampaikan dalam pelantikan pengurus baru YKI cabang Kota Denpasar diisi seminar sehari memperingati hari kanker sedunia dan hari kesehatan nasional ke-52. Disamping itu berbagai kegiatan juga telah dilaksanakan seprti gebyar Pap Smear serta melakukan pembinaan penanggulangan kanker terpadu paripurna di sekolah-sekolah. (Gst)