Masalah kebersihan yang merupakan salah satu dampak memunculkan permasalahan lain seperti kesehatan dan banjir menjadi perhatian serius Kelurahan Pemecutan. Untuk itu Kelurahan Pemecutan rutin melaksanakan gerakan kebersihan dengan melibatkan PKK Kelurahan serta seluruh komponen masyarakat setiap hari Jumat. Hal ini tampak seperti dilakukan gerakan kebersihan pada Jumat (6/3) di sepanjang jalan Imam Bonjol.
"Gerakan kebersihan ini kami rutin lakukan di setiap lingkungan dengan melibatkan semua komponen masyarakat termasuk PKK Kelurahan," ujar Lurah Pemecutan IB Made Purwanasara yang didampingi Kasi Pelayanan Umum I Putu Gede Weda Setyawan di sela-sela melakukan gerakan kebersihan. Dengan keterlibatan anggota PKK diharapkan dapat memotivasi sekaa teruna yang ada di banjar untuk turut terlibat. Menurutnya kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata namun harus melibatkan semua komponen masyarakat. Untuk itu berdasarkan kesepakan dengan 15 lingkungan di Kelurahan Pemecutan rutin melaksanakan kebersihan serentak setiap Jumat. Tentunya ini merupakan salah satu penanaman rasa peduli terhadap lingkungan di Kota Denpasar. Selain melaksanakan kebersihan secara serentak juga telah dilaksanakan pengelolaan sampah secara swakelola untuk menunjang gerakan kebersihan yang telah dilakukan. Gerakan kebersihan yang rutin dilakukan harus tetap dijaga dan dipantau karenanya melalui swakelola diharapkan menjadi salah satu pengontrol kebersihan di wilayahan Kelurahan Pemecutan. IB Purwanasara menambahkan pihaknya juga telah membentuk tim penggelontoran yang teridiri dari tiga orang termasuk juga tim pengawas kebersihan di wilayah Kelurahan Pemecutan. "Ini merupakan upaya kami untuk tetap menjaga dan mewujudkan Kelurahan Pemecutan tetap bersih," ujarnya.
Disamping itu pihaknya juga telah melakukan sosialisasi ke banjar-banjar untuk mengajak ibu-ibu rumah tangga memilah sampah yang dihasilkan di rumah tangga. Terlebih lagi di wilayah Kelurahan Pemecutan telah ada satu bank sampah yang siap menampung sampah hasil pemilahan sampah dari rumah tangga. Dengan semakin meningkatnya kesadaran ibu-ibu rumah tangga untuk memilah sampah diharapkan sampah yang terbuang ke TPA tentunya akan sangat berkurang. Ini juga berdampak hilangnya tumpukan sampah yang ada di pinggir jalan.
Ketua Bank Sampah Aku Cinta Hijau IB Gede Arimbawa mengatakan keberadaan bank sampah ini diharapkan dapat mengurangi sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. "Kami ini telah melayani semua lingkungan yang ada di wilayah Kelurahan Pemecutan," ujarnya. Kedepannya Ia berharap semua masyarakat semakin sadar untuk memilah sampah sehingga dapat mewujudkan Denpasar bersih.
Kepala Lingkungan Gelogor I Nyoman Asta Wijaya menambahkan di wilayahnya telah melaksanakan pengelolaan sampah secara swakelola. Bahkan semua ibu rumah tangga telah memilah sampah yang telah dihasilkan dari rumah tangga. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat mewujudkan kebersihan melalui pemilahan sampah dari rumah tangga. (Gst)