150-200 PER 100.000 WANITA DIPASTIKAN KENA KANKER SERVIKS
Denpasar (denpasarkota.go.id), Kanker Serviks di Indonesia menduduki peringkat tertinggi dan penyebab tersering diantara penyakit keganasan lainnya, hampir 150-200 per 100.000, wanita dimungkinkan kena kanker serviks, hal tersebut disebabkan oleh keterlambatan diagnosis, keterbatasan sarana, sumbar daya, sosial ekonomi dan rendahnya informasi tentang penyakit itu, demikian disampaikan oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Denpasar Ny Selly D Mantera dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Ketua YKI Kota Denpasar Ny Ketut Robin, saat membuka pelatihan See & Treat Level II Kota Denpasar di Gedung Dharma Wanita Santi Graha, Rabu (3/6).
Selly D Mantra Menegaskan; Penangulangan penyakit kanker Serviks dengan melaksanakan pelatihan terhadap tenaga Dokter, Bidan, Perawat dan koordinator lapangan dengan mempergunakan metode baru barupa IVA (Inspeksi Visualisai Asam Aseetat) dan Cryotherapy, dengan tehnik pengambilan yang lebih sederhana, murah dan terbukti handal, ditambah efek samping dan komplikasi yang relative kecil, diharapkan mampu menekan laju angka penderita setiap tahun, menimal bisa dikurangi.
Hal yang sama dikatakan oleh Ketua Regional Coord FcP MFS See & Trat Bali Prof. Dr. dr. I Gede Putu Surya, Spog (K) dalam pemamaparan dihadapan peserta latihan, pada prinsipnya Pengobatan kanker Serviks dengan Crytherapy merupakan pendekatan pengobatan yang paling praktis dan sederhana, untuk kondisi sumber daya yang terbatas, karena prosedur menawarkan biaya yang relative rendah dan dapat dilakukan di tempat pemberi pelayanan yang primer, dengan kata lain, terapi dapat diberikan pada waktu kunjungan yang sama, dengan tidak memerlukan anestesi maupun kelistrikan. Dr Surya menegaskan, Cryotherapy dapat menghancurkan sel prakanker dengan cara mendinginkan serviks menggunakan gas karbondioksida yang dipadatkan (Co2) atau gas nitrous oxida (N2O) sebagai pendingin, proses kerjanya mendinginkan lesi cryoprobe yang diletakkan dalam serviks dan pastikan probe menutup lesi untuk menciptakan bola es ukuran 4-5 mm dari batas lateral dari cryoprobe yang telah ditentukan. Dengan adanya metode baru dengan penerapan dimulai tahun 2005, Dr Surya mengharapkan metode ini dapat diterapkan dan diadopsi oleh semua kalangan tenaga medis.
Ketua panitia penyelenggara dan sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Dr. Luh Putu Sri Armini dalam laporan singkatnya menyatakan, pelatihan ini diikuiti 352 orang, yang diselenggarakan dalam dua angkatan, dengan tujuan para dokter umum dan bidan di Kota Denpasar mampu mendeteksi penyakit kanker servik secara dini dengan metode IVA, disamping para perawat dan koordinator lapangan mampu memberikan motivasi pada usia subur, agar dengan kesadarannya bergerak untuk melakukan pemeriksaan. (Krsn)