PERDALAM PEMANFAATAN TOGA, KETUA TP PKK DESA/LURAH SE-KOTA DENPASAR KUNJUNGI KEBUN TOGA DAN PERUSAHAAN JAMU "DAYANG SUMBI"
Keberhasilan kebun toga dan perusahaan jamu “Dayang Sumbi†mengembangkan berbagai tanaman toga termasuk meracik menjadi jamu kesehatan menjadi tempat belajar dari berbagai daerah termasuk Ketua Tim Penggerak PKK desa/lurah se-Kota Denpasar. Rombongan Ketua TP PKK desa/lurah dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra yang didampingi Wakil Ketuanya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara meninjau tanaman toga dan perusahaan jamu “Dayang Sumbi†Mojokerti, Jawa Timur Rabu (21/8) yang diterima lansung pimpinan perusahaan tersebut Prof.DR.(HC). Wahid Isnandar.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar dalam kesempatan tersebut menyampaikan kunjungan ke tanaman toga dan perusahaan jamu “Dayang Sumbi†dengan mengajak ketua TP PKK desa/lurah mengingat mereka merupakan ujung tombang pembangunan. Dengan demikian diharapkan para ketua TP PKK desa/lurah nantinya dapat menyampaikan pada anggotanya tentang pemanfaatan pekarangan untuk toga dan pemanfaatan toga itu sendiri untuk jamu. “Kami harapkan ibu-ibu ketua TP PKK desa/lurah setelah mengunjungi tanaman toga dan perusahaan jamu “Dayang Sumbi†dapat mengetok tularkan pengetahuan tentang toga dan pemanfaatannya kepada anggotanya,†ujar Ny. Selly. Terlebih lagi Kota Denpasar minim akan lahan untuk itu diharapkan dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman toga. Hal ini minimal dapat membantu kesehatan keluarga itu sendiri secara dini dengan memanfaatkan toga untuk jamu.
Dalam kesempatan tersebut Ny. Selly menambahkan selama ini tanaman toga sudah tidak asing lagi bahkan banyak tanaman tersebut ada disekitarnya. Bahkan disaat mendapatkan pelatihan tentang toga dan pemanfaatannya semua ibu-ibu umumnya sangat antusias namun setelah sampai di rumah sangat malas untuk mempraktekannya dalam membuat minuman dari toga. Untuk itu Ny.Selly mengharapkan cara-cara termudah untuk mempraktekan membuat jamu di rumah minimal untuk keluarga itu sendiri.
Menanggapi hal tersebut pimpinan perusahaan tanaman toga dan perusahaan jamu Prof.DR.(HC). Wahid Isnandar mengatakan memang selama ini masyarakat modern lebih cendrung melakukan hal-hal instan. Termasuk juga dalam penanganan kesehatan sendiri lebih memilih meminum obat kimia, mengingat setelah sakit baru berobat. Padahal menurut Prof.DR.(HC). Wahid Isnandar dengan tanaman toga dapat mencegah sejak dini gangguan kesehatan yang terjadi bahkan pengobatannya pun bisa dilakukan dengan toga bila mengetahui cara pengolahannya. Untuk itu Prof.DR.(HC). Wahid Isnandar akan memberikan buku tentang pengolahan toga yang untuk kesehatan sendiri. “Dalam buku pengolahan toga sudah ada cara dan jenis toga yang digunakan untuk menjaga serta mengobati berbagai penyakit,†ujar Prof.DR.(HC). Wahid Isnandar sembari mengharapkan ibu-ibu PKK Kota Denpasar dapat mempraktekannya di rumah.
Dalam kesempatan tersebut Prof.DR.(HC). Wahid Isnandar menceritakan awal mula berdirinya perusahaan tersebut. Ia mengatakan sudah mengembangkan dapur produksinya itu sejak tahun 1993 dan resmi menjadi sebuah perusahaan sejak Tahun 2000. Sampai saat ini terdapat 860 jenis tanaman toga yang ditanam di atas tanah seluas 11,5 hektar. Sampai saat ini tanaman toga tersebut telah diolah untuk berbagai jamu termasuk dalam bentuk tablet. Prof.DR.(HC). Wahid Isnandar mengharapkan semua masyarakat kedepannya dapat memafaatkan toga untuk menjaga kesehatannya. (Gst)