Menu

BERDAYAKAN PENYANDANG CACAT

  • Jumat, 19 Februari 2010
  • 406x Dilihat
BERDAYAKAN PENYANDANG CACAT
Perhatian Pemerintah Kota Denpasar terhadap penyandang cacat tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari pembinaan keahlian hingga bisa bekerja sampai ke pembinaan mental terus digalakkan. Bahkan Pemkot Denpasar memberikan kesempatan seluas-luas untuk berkreasi dibidang seni Budaya salah satunya dengan menggelar Utsawa Dharma Gita yang satu-satu di Bali. “Meskipun kondisi fisik dan penglihatan tidak normal dibanding orang biasa tapi para penyandang cacat (tuna netra) punya keyakinan mampu bersaing dengan orang normal." Apalagi hanya untuk melantunkan kidung-kidung suci. "ujar Ketut Nasir Ketua Panitia lomba Utsawa Dharma Gita antar para Penyandang cacat se-Bali yang juga Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Dharma Bhakti saat ditemui disela-sela lomba, Jumat (19/2) di Wantilan Art Center, Denpasar. Lebih lanjut Ketut Nasir mengatakan, lomba untuk ke lima kalinya ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan HUT Kota Denpasar ke-18. Lomba yang digelar Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kota Denpasar terus mengalami peningkatan peserta. "Ini dibuktikan dengan bertambahnya jumlah peserta dari putra maupun putri dan kabupaten yang ikut juga meningkat. Diharapkan kedepan semua kabupaten bisa ikut serta dalam ajang lomba ini," ujar Nasir. Tujuan lomba menurut Nasir untuk meningkatkan dan membangkitkan rasa percaya diri para penyandang cacat, sehingga tidak ada lagi istilah minder. Disamping itu juga di jaman globalisasi sekarang ini para penyandang cacat ingin mengajegkan seni budaya Bali dengan tindakan nyata. Menurut Nasir jenis gegitaan yang dilombakan yakni Sekar Alit, Pupuh Sinom atau Wug Payangan sebagai pilihan wajib dan pilihan bebas Ginanti, Dhurma, Dandang dan Ginada. Pada kesempatan tersebut Nasir sangat menghargai atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar kepada para penyandang cacat. “Pemkot Denpasar telah banyak membantu para penyandang cacat mulai dari fasilitas jalan untuk para penyandang cacat yang menggunakan kusi roda, dan fasilitas lain yang dibutuhkan oleh p[ara penyandang cacat,” ujar Nasir. Perhatian yang diberikan Pemkot Denpasar terhadap penyandang cacat selama ini Ketut Masir mengharapkan agar Kabupaten lain bisa mengikuti. Sehingga para penyandang cacat yang berada disetiap kabupaten dapat berkembang sesuai kemampuannya masing-masing. Sementara Walikota Denpasar Rai Dharma Wijaya Mantra dalam sambutannya dibacakan Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar I GN Eddy Mulya mengatakan, Lomba Utsawa Dharmagita merupakan pendukung visi dan misi Kota Denpasar Berwawasan Budaya. Disamping mendukung visi dan misi Kota Denpasar menurut Rai Mantra lomba utsawa dharma gita juga sebagai penuntun hidup dalam sehari-hari. Hal ini sesuai dengan sastra agama. Selain sebagai penuntun hidup Dharma Gita juga bertujuan untuk menguatkan iman, keyakinan dan bakti kepada Ida Shang hyang Widhi Wasa. Upacara keagamaan kidung ataupun geguritan ini harus selalu ada. Dengan adanya lomba utsawa dharma gita ini para peserta diharapkan dapat meningkatkan keyakinan dan bakti kepada Tuhan. Lomba berlangsung sehari diikuti 72 peserta kabupaten se-Bali itu juga dihadiri Wakil Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, dan instansi terkait. (Pur)