Menu

DARI KUNJUNGAN GURU TK SATZUKI FUKUOKA JEPANG DI DENPASAR

  • Jumat, 29 Juli 2011
  • 378x Dilihat
DARI KUNJUNGAN GURU TK SATZUKI FUKUOKA JEPANG DI DENPASAR
Sebanyak 22 orang guru-guru TK Satzuki, Fukuoka, Jepang berkesempatan bertatap muka langsung dengan masyarakat Denpasar, Jumat (29/7) malam di Br. Tohpati Kesiman Kertalangu. Kehadiran rombongan yang dipimpin Ryuma Kitaguchi ini bahkan disambut langsung Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ny. IA. Selly Mantra yang juga Ketua Tim Penggerak PKK, dan Ketua DPRD Wayan Darsa serta Sekkot A.A. Ngurah Rai Iswara, A.A. Ngurah Widiada dari Pesemetonan Fokuoka – Denpasar serta Kepala TK Negeri Pembina, Tjok Istri Mas Minggu Wathini. Wali Kota Rai Mantra di hadapan rombongan dari Jepang ini menekankan betapa pentingnya sosial kultur harus ditanamkan sejak dini untuk membentengi anak-anak menghadapi perkembangan di era globalisasi. Apalagi saat ini perkembangan teknologi informasi sangat pesat. Bahkan sekecil apapun informasi yang terjadi di belahan dunia dapat dengan cepat diakses karma Denpasar melalui internet. Untuk itu diperlukan peran serta seluruh komponen masyarakat secara bersama-sama ikut peduli dalam penguatan sosial kultur. Selain itu perkuatan dalam sosial kultur menurut Wali Kota Rai Mantra, penguatan diri dalam penguasaan seni –budaya dan memperkuat jati diri. Dan penguatan sosial kultur, penguasaan seni budaya dan penguatan jati diri itu sebenarnya dilakukan di tingkat keluarga dan banjar sebagai lingkungan strata sosial. Untuk itulah mengapa para guru-guru TK Satzuki, Fukuoka, Jepang kita terima di balai banjar, sehingga secara langsung mereka lebih mengenal kehidupan masyarakat Bali. Ryuma Kitaguchi selaku kepala TK Satzuki sependapat dengan pernyataan orang nomor satu di jajaran Pemkot Denpasar yang menekankan pada perlunya penguatan karakter berlandasan budaya lokal itu sudah ditanamkan sejak dini. Dia juga sangat kagum atas kesuntukan masyarakat Denpasar dalam menggeluti dan melestarikan seni budaya Bali. Buktinya murid-murid TK sudah piawai dalam berbagai kesenian Bali, dari megambel apalagi menari. Selain itu Ryuma Kitaguchi juga memberikan apresiasi atas keramahan dan etika masyarakat Denpasar dalam memberlakukan wisatawan yang berkunjung. Menurut Kepala TK Satzuki ini keramahan yang ditunjukan krama Bali itu datang dari dalam hati. Untuk itu dia menyampaikan ucapan terima kasih selama keberadaannya bersama rombongan dari 27 – 31 Juli ini sudah diperlakukan dengan baik sepertinya kami berada di rumah sendiri dengan budaya yang berbeda. Acara simakrama guru-guru TK Satzuki, Fukuoka dengan Wali Kota dan karma Denpasar ini juga diisi berbagai tarian yang dibawakan anak-anak dari Br. Tohpati, Kesiman Kertalangu. Sedangkan dari guru-guru TK Satzuki menampilkan tarian yang mengisahkan kehidupan para nelayan di Jepang. (Oka)