DENPASAR TAWARKAN SATE KAKUL DAN KRUPUK BEKECOT
Sehari setelah PKB XXI di buka secara resmi oleh Presiden RI, suasana taman budaya Art Center, Denpasar tampak meriah. Lebih-lebih pada PKB tahun ini menampilkan stand-stand kuliner makanan khas Bali dari 9 kabupaten/kota se-Bali. Yang menarik dari stand-stand ini, stand Kota Denpasar menawarkan makanan khas tradisional yaitu sate kakul dan krupuk bekecot. Dari pantauan di lapangan Minggu (14/6) tampak pengunjung tertarik dengan sate kakul dan krupuk bekecot yang ditawarkan stan kuliner Denpasar.
Hal ini bisa dilihat banyak pengunjung yang memesan makanan sate kakul ini. Menurut Putu Swastika penjual sate kakul mengatakan penjualan sate kakul pada hari pertama, memang omsetnya masih relative kecil. Untuk hari pertama penjualan Swastika mengaku telah menjual habis 10 kg kakul bersih yang menjadi sate. “ini hari pertama setelah PKB di buka, saya yakin setelah berjalan beberapa hari masyarakat akan tertarik mencoba dan membeli kuliner sate kakul in,†ujar Swastika. Dari pengalaman mengikuti berbagai even kuliner seperti “Gajah Mada Town Festifal†akhir tahun lalu Swastika mengaku omsetnya per-hari mencapai lima juta rupiah. Apalagi saat ini peserta PKB dan masyarakat yang berkunjung dari seluruh Kabupaten/Kota Se-Bali. Ia optimis omset penjualannya bisa lebih miningkat dari penjualan pada even-even kuliner lainnya. Selain dipakai sate menurut Swastika kakul ini juga bisa diolah menjadi pepes kakul, dan kuah ares kakul. Dengan berbagai fariasi olahan ini masyarakat menjadi tertarik untuk mencobanya. Terkait dengan krupuk kakul Swastika mengaku memang unik dan menjadi produk baru yang ditawarkan stand Denpasar. Satu bungkus krupuk bekecot dijual tiga ribu rupiah.
Menurut salah satu pengunjung Sutika, kuliner yang di tawarkan stand Kota Denpasar cukup menarik. Mengingat saat ini menurut Sutika sate kakul kurang populer di kalangan anak muda. Untuk itu menurutnya stand Denpasar yang menawarkan kuliner sangat bagus untuk memperkenalkan pada anak-anak muda bahwa sate kakul merupakan makanan tradisional khas Bali. “sate kakul ini selain lezat juga merupakan makanan yang sangat sehat dan tidak mengandung kolesterol,†Ujar Sutika . untuk itu Ia mengaku mengajak keluarganya datang ke arena PKB dan mencicipi beberapa kuliner yang ditawarkan dari sembilan kabupaten/Kota Se-Bali. (Pur)