GUNG WAH DAN MERRY TERUNA TERUNI DENPASAR
Setelah melalui babak yang cukup melelahkan akhirnya A.A. Ngr. Bagus Semara alias Gung Wah dan Luh Merry Dyanthi alias Merry keluar sebagai jawara Teruna-Teruni Denpasar 2010 menyisihkan 87 peserta. Nyonya Selly Mantra Ketua TP PKK Kota Denpasar didampingi Sekkot Denpasar Rai Iswara, Nyonya Jaya Negara, Kadis Pariwisata Pt. Budiasa berkenan mengalungkan selempang pada kedua jawara ini Sabtu (20/2).
Gedung Grand Mutiara Ballroom Hotel Nikki yang berkapasitas kurang lebih 1500 undangan malam itu benar-benar dibuat gemuruh oleh para supporter fanatic masing-masing peserta. Sebelum penilaian dilakukan Drs. Putu Budiasa Kadis Pariwisata Kota Denpasar dalam laporannya mengatakan, pemilihan Teruna-Teruni Denpasar Tahun 2010 ini dilaksanakan disamping untuk menyambut HUT Kota Denpasar ke 18 juga untuk memberi kesempatan generasi muda berkreatifitas disamping ikut berpartisipasi dalam pembangunan yang dilaksanakan di Kota Denpasar. Sehingga nantinya Teruna-Teruni Denpasar dengan dilaksanakannya kegiatan ini memiliki wawasan serta makin menunjukkan kemapanannya dan siap menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan dan persaingan. Disamping itu kegiatan ini juga diharapkan mampu mengarahkan Teruna-Teruni menjadi motivator bagi generasi muda lainnya untuk dapat berkiprah sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Budiasa juga menjelaskan, final kali ini melibatkan 20 peserta dibabak 5 besar yang secara bertahap akan diciutkan menjadi 6 peserta dibabak tiga besar dan akhirnya muncul sepasang pemenang. Sedangkan babak penyisihan menurutnya sudah dimulai sejak 14 Pebruari yang lalu dengan melibatkan peserta sebanyak 87 orang dari berbagai kalangan seperti Sekeha Teruna, Pelajar SMA dan Mahasiswa. Untuk menjaga obyektifitas penilaian Budiasa memasang 7 orang dewan juri diantaranya adalah Ibu Agung dari Yayasan Kecantikan Agung, Payusa dari Sabha Yowana, Ayu Diandra Sari juara tiga Putri Indonesia 2008 dan lain-lain. Dalam malam final kemarin peserta juga dusuguhi beberapa pertanyaan diantaranya langsung dari Sekkot Rai Iswara yang menanyakan tentang bagaimana mewujudkan Denpasar Sebagai Kota Kreatif Berwawasan Budaya sedangkan Nyonya Selly Mantra menanyakan perihal peranan perempuan terhadap program ekonomi kreatif. Dari sekian peserta hanya satu dua yang mampu memberikan jawaban tepat dan lugas.
Sementara Walikota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Sekkot Rai Iswara mengatakan, sejak dicanangkannya Tahun 2008 sebagai Tahun kebangkitan pariwisata maka program ini harus didukung oleh semua daerah tujuan wisata di Indonesia. Dan di Denpasar sudah dilaksanakan melalui program yang bertajuk Sight Seeing dengan tegline “The Heart Of Bali†yang salah satu diantaranya adalah lomba Teruna-Teruni Denpasar. (Sdn)