Menu

IMBANGKAN PEMBANGUNAN FISIK DAN MENTAL SPIRITUAL

  • Sabtu, 15 Januari 2011
  • 368x Dilihat
IMBANGKAN PEMBANGUNAN FISIK DAN MENTAL SPIRITUAL
Pemkot Denpasar berkomitmen melaksanakan pembangunan bidang kesehatan secara menyeluruh. "Pembangunan kesehatan bukan hanya memperhatikan aspek fisik semata, namun juga kesehatan mental spiritual," jelas Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. AA.N Rai Iswara di sela-sela kegiatan tirtayatra bersama sekitar puluhan lansia Br. Belong Gede, Desa Pemecutan, Kecamatan Denpasar Utara, Sabtu (15/1). Usai matirtayatra, para lansia diajak berekreasi ke tempat wisata Bali Zoo Park. Puluhan peserta tirtayatra sebagai rangkaian kegiatan Posyandu Paripurna ini tampak gembira menikmati kesempatan langka tersebut. Ny. AA.N Rai Iswara menyatakan, tirtayatra ini sebagai bentuk perhatian dan upaya menyeimbangkan pembangunan fisik dan kesehatan mental psikologis para lansia di Kota Denpasar. "Antara pembangunan fisik dengan mental spiritual mesti sejalan, seiring, sehingga pelaksanaan pembangunan berhasil mencapai tujuan," jelas ibu tiga putra ini. Dengan kesehatan mental dan spiritual yang memadai, akan tercipta suasana kondusif dan SDM yang andal dalam melaksanakan pembangunan. Lebih lanjut Ny. Rai Iswara menambahkan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin PKK Kota Denpasar untuk mengajak para lansia untuk metirtayatra. “Kita harapkan semua lansia di seluruh banjar-banjar di Kota Denpasar pernah metirtayatra. Namun metirtayatra ini dilaksanakan secara bertahap tiap tahun,” ujar Ny. Rai Iswara. Kepala Dusun Belong Gede Made Arka ditemui sela-sela tirtayatra mengatakan program Pemerintah Kota Denpasar melalui TP PKK Kota Denpasar yang memperhatikan kehidupan para lansia sangat bagus sekali. Selain memperhatikan kesehatan para lansia dengan memberikan pengobatan gratis juga melaksanakan tirtayatra yang dikoordinir TP PKK Kota Denpasar. Menurutnya kegiatan ini disambut antusias oleh para lansia mengingat hampir dua bulan sebelumnya para lansia terus menanyakan ke berangkat metirtayatra ini. “Kegiatan ini sangat bagus sekali kami harapkan terus berlanjut sehingga para lansia benar-benar merasa diperhatikan,” harap Made Arka. Salah seorang lansia Made Ada Diatna mengaku meski sudah uzur tidak semua sempat ber-tirtayatra ke pura-pura tersebut. "Sebenarnya dari dulu ingin ber-tirtayatra, namun karena kemampuan keuangan tidak memadai maka kami tidak mampu melakukannya," jelas Made Ada. Pria sepuh usia 67 tahun ini mengaku baru pertama kali dalam hidupnya mengunjungi pura tujuan tirtayatra. Oleh karenanya, sebagian besar peserta tirtayatra menginginkan agar kegiatan ini dapat berjalan berkesinambungan tiap tahun. Bagi para lansia, ber-tirtayatra bukan hanya untuk melakukan persembahyangan, namun juga ajang berkumpul dan bertukar cerita kenangan masa lalu dengan sesama lansia. Hal ini tampak ketika para lansia asyik mengobrol dan menikmati suasana usai persembahyangan. (Gst)