Menu

KARTINI DENPASAR TAMPIL MEMUKAU

  • Selasa, 07 Juli 2009
  • 619x Dilihat
KARTINI DENPASAR TAMPIL MEMUKAU
Selasa (7/7) malam, para "Kartini" Denpasar yang bergabung dalam Sekaa Gong Kebyar Wanita (SGW) Asti Swetha Swara Kelurahan Sesetan, Denpasar tampil memukau di Panggung Terbuka Ksirarnawa Taman Budaya Bali berhadapan dengan SGW Mekar Suara Santhi, Puri Kanginan Bangli. Secara bergiliran, kedua komunitas seniman wanita itu masing-masing mempersembahkan satu tabuh kreasi, tari pilihan dan tari kreasi matembang. Penampilan SGW Denpasar mendapat dukungan langsung Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota I GN Jaya Negara, Sekkot A.A Ngr Rai Iswara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, serta pejabat teras lingkungan Pemkot Denpasar. Ny. Selly Mantra tidak pernah absen di setiap kesempatan dan selalu memberikan support kepada para seniman yang tampil. SGW Asti Swetha Swara tampil atraktif lewat tabuh kreasi "Santha Nada", tari "Panji Semirang" dan tari kreasi matembang "Raksa Angga". Dari tiga materi seni yang ditampilkan, tari kreasi matembang “Raksa Angga” yang ditampilkan SGW Asti Swetha Swara mendapat aplaus paling meriah dari penonton. Pasalnya, varian tarian ini termasuk jarang ditampilkan di arena PKB dan notabene merupakan tari kreasi baru yang sebelumnya tidak pernah ditonton oleh pengunjung PKB. Menurut Penata Tari Kreasi metembang “Raksa Angga” I Gusti Ngurah Bagus supartama mengatakan tarian ini terinterpretasikan dari kata bumi berputar menyebabkan ala mini menumbuhkan kehidupan yang ketergantungan. Nafas persamaan selalu menggaris bawahi kehidupan mereka, karena mereka lahir dari Garba Sang Pencipta. Maka ingatlah wahai penghuni dunia ini. Jangan pengaruhi nafas persamaan ini dengan energi negativ untuk memenuhi keinginanmu yang patamorgana. Jaga aku, hormati aku, aku selalu bersama dalam kehidupan ini. “Kata-kata ini yang membuat saya terinspirasi untuk membuat sebuah komposisi tari kreasi metembang inovatif,” ujar Supartama. Sementara penata Tabuh kreasi Santha Nada Uda Pramesti yang ditemui di sela-sela pementasan mengatakan tabuh kreasi ini mengisahkan bumi berputar mengelilingi sang surya yang mengitari alam semesta. Ini merupakan suatu pertanda bahwa waktu itu tidak pernah berhenti untuk mewarnai persaingan dalam mengisi celah-celah kehidupan dimuka bumi ini. Kedamaian, kasih sayang dan cinta tidak pernah lepas dari kehidupan kita, setiap hari sanubari umat manusia selalu terukir secerca harapan untuk terciptanya suatu kedamaian abadi. Memaknai realita kehidupan ini, penata Uda Pramesti mengkristalkannya menjadi sebuah garapan komposisi kerawitan instrumental tanpa meninggalakan esensi-esensi tradisi dalam kerawitan bali. Dan juga mengikuti perkembangan musik kerawitan bali yang berkembang saat ini. (Pur)