Menu

KECAMATAN DENTIM DUTA DENPASAR PADA EVALUASI GSI – B

  • Rabu, 16 September 2009
  • 484x Dilihat
KECAMATAN DENTIM DUTA DENPASAR PADA EVALUASI GSI – B
Rendahnya kesehatan perempuan di Indonesia diindikasikan dengan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) yang disebabkan kehamilan, kelahiran dan nifas. “Penyebab utama tingginya AKI di Indonesia dipengaruhi oleh kualitas hidup perempuan yang masih rendah,” kata Walikota IB. Rai Dharmawijaya Mantra ditemui usai menghadiri evaluasi Gerakan Sayang Ibu (GSI-B) dan pengelolaan Bina Keluarga Balita (BKB) tingkat propinsi Bali, Rabu (16/9) di Br.Abian Kapas Tengah Kelurahan Sumerta Kecamatan Dentim. Lanjut Rai Mantra didampingi Camat Dentim Ketut Dunia mengungkapkan selain karena dipengaruhi kualitas hidup perempuan faktor pendidikan, kesehatan, maupun kemampuan ekonomi, dan faktor budaya yang kurang mendukung berpengaruh pada tingginya AKI. Selebihnya menurut Rai Mantra gerakan sayang ibu bukan hanya semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi masyarakat memiliki peranan signifikan dalam usaha meningkatkan kualitas hidup perempuan utamanya menurunkan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB). Khusus untuk Br. Abian Kapas Tengah menurut orang nomor satu di Pemkot Denpasar ini memiliki keyakinan sudah menjalankan program GSI-B dan pengelolaan BKB dengan baik. Buktinya di sini kaum perempuan yang tergabung dalam sekaa gong kebyar wanita Adi Padma Swara sudah bisa megambel yang merupakan bagian dari pelestarian seni budaya Bali. “Artinya bila kaum perempuan sudah mampu melestarikan kesenian paling tidak derajat kesehatannya sudah baik, begitu juga dengan keterampilan yang dimiliki anak-anak disini juga mampu menguasai kesenian kerawitan dengan baik,’ pungkas Rai Mantra . Camat Dentim Ketut Dunia dalam laporannya menyampaikan kegiatan GSI-B dan pengelola BKB dilakukan dalam usaha peningkatan kualitas hidup kaum perempuan dan bayi baru lahir. Untuk mendukung kegiatan dimaksud didukung oleh 2 puskesmas, 6 puskesmas pembantu dan 98 posyandu. Dalam menjalankan program pihaknya juga melakukan penyegaran bagi kader dasa wisma dan kader posyandu. Ketua Tim evaluasi propinsi Bali, Nyoman Gunadi mengungkapkan Kecamatan Dentim selaku duta Denpasar dalam evaluasi GSI-B dan pengelola BKB telah mampu mengimplementasikan berbagai program salah satunya dengan terbentuknya sekaa gong wanita dan anak-anak. Hanya saja pihaknya mengharapkan agar masyarakat selalu bersinergi dengan Pemkot agar tetap memperhatikan peningkatan kesehatan ibu dan bayi, sehingga AKI dapat ditekan. Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Selly Rai Mantra didampingi Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Rai Iswara dihadapan tim evaluasi mengungkapkan berbagai upaya dilakukan pihaknya bersama kader PKK, dasa wisma dan posyandu dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan ibu dan balita. Selain itu pihaknya juga selalu mengingatkan ibu-ibu selalu mendampingi putra-putrinya saat menyaksikan televisi. “Tidak sedikit program tayangan televisi akan mempengaruhi kejiwaan anak-anak,” ujar Ny. Selly Rai Mantra. (Oka)