Menu

KURANGI KETERGANTUNGAN BERAS, MAKANAN NON BERAS JADI ALTERNATIF

  • Rabu, 17 Juni 2009
  • 2399x Dilihat
KURANGI KETERGANTUNGAN BERAS, MAKANAN NON BERAS JADI ALTERNATIF
Banyaknya sumber bahan makanan yang berasal dari non beras perlu terus digali dan dikembangkan, hal ini untuk mengurangi ketergantungan dan keterpakuan masyarakat dari makanan yang hanya bersumber dari beras. Kalau mau sedikit kreatif sebenarnya bahan makanan yang bisa diolah menjadi berbagai aneka makanan sangat banyak, misalnya saja aneka umbi-umbian, pisang, labu dan sebagainya. Namun untuk dapat mengolah aneka bahan makanan tersebut perlu didukung dengan ketrampilan yang memadai. Hal ini dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA. Selly Mantra ketika membuka pelatihan pengolahan pangan non beras di Kantor Kepala Desa Sanur Kauh, Rabu (17/6). Menurutnya olahan pangan dari non beras disamping banyak mempunyai keunggulan dari segi kandungan gizi yang lebih penting adalah menghindari ketergantungan bahwa olahan makanan hanya dari beras saja. Bahkan menurutnya ibu tiga putra ini justru makanan non beras dapat dikembangkan menjadi berbagai aneka jenis olahan makanan. “Jika ketrampilan pengolahan makanan dari non beras ini ditekuni akan dapat menambah penghasilan keluarga. Dan saya rasa pelatihan ini sangat tepat jika dijadikan industri perumahan karena akan dapat juga menyerap tenaga kerja,” kata IA. Selly. Ditambahkan dewasa ini permintaan akan penganan atau kue yang bahanya non beras semakin meningkat, hal ini seiiring dengan banyaknya agenda atau kegiatan baik yang dilakukan oleh masyarakat sendiri maupun kalangan pemerintah dan swasta. “Jadi peluang ini hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengolah berbagai jenis makanan dari non beras. Disamping rasa dan kualitas yang perlu diperhatikan yang tidak kalah penting adalah cara pengkemasannya. Kemasan harus betul-betul menarik dan terjaga hygienisnya,” ujar IA Selly. Sementara Kepala Dinas Perindustrian Kota Denpasar Drs. Wayan Gatra yang juga penyelenggara kegiatan mengatakan pelatihan ini menyasar ibu-ibu rumat tangga dengan melibatkan instruktur yang sudah berpengalaman dari perusahaaan makanan terkemuka Boga Sari. Kegiatan pelatihan ini akan menyasar seluruh Kecamatan yang ada di Kota Denpasar yang dimuali hari ini hingga 1 Juni mendatang. Setelah pelatihan ini kata Gatra diharapkan pada para peserta dapat menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah bahan pangan non beras menjadi makanan yang dapat dikonsumsi masyarakat, meningkatkan pendatapan keluarga, membuka lapangan kerja baru dan peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat. (Dw)