Menu

LESTARIKAN BUDAYA DAN ADAT

  • Kamis, 01 April 2010
  • 596x Dilihat
LESTARIKAN BUDAYA DAN ADAT
Untuk melestarikan adat, budaya dan mengajegkan Bali serta mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Denpasar mewujudkan Denpasar kota kreatif berbasis budaya unggulan, pelatihan membuat banten kepada semua ibu ibu PKK sampai ke tingkat banjar sangat diperlukan. Demikian diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly D. Mantra saat membuka pelatihan membuat banten, Kamis (1/4) Pura Dalem Kayangan, Badung, Desa Tegal Kerta, Kecamatan Denpasar Barat. Pelatihan yang berlangsung sehari diikuti oleh 300 anggota PKK dari Kelurahan Pemecutan, Desa Tegal Kertha dan Pemecutan Kelod, hadiri Camat Denpasar Barat I Made Mudra, Lurah Pemecutan Anak Agung Ngurah Made Wijaya. Lebih lanjut Ny Selly Mantra menambahkan pelatihan membuat banten ini bekerjasama dengan Yayasan Dharma Acarya dengan memberikan pelatihan banten Ekasata/caru siap brumbun. Pelatihan membuat banten ekasata/caru siap brumbun merupakan salah satu upaya untuk melestarikan tradisi yang telah ditentukan dalam ajaran agama Hindu agar selalu dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian menurut Ny. Selly D Mantra akan dapat diciptakan keharmonisan antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan. Membuat banten juga merupakan kegiatan sehari-hari yang tidak mungkin ditinggalkan oleh umat Hindu. ”Banten tidak dapat dilepaskan dari aktivitas kita dalam berhubungan dengan Tuhan. Karena melalui sarana inilah kita berkomunikasi dengan beliau untuk memohon kesejahteraan dunia ini,” ujar Ny.Selly D Mantra. Meski demimkian menurut Ny Selly tidak semua ibu-ibu dapat membuat banten sesuai dengan ketentuan sastra agama. Oleh sebab itu pelatihan ini benar-benar sangat penting untuk mengetahui cara membuat banten secara benar sesuai dengan sastra agama. Ny Selly juga menambahkan pelatihan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar sehingga makna dan cara membuat banten dapat dipahami dan dilaksanakan dengan benar. ”Saya harapkan usai mengikuti pelatihan para peserta bisa menggetoktularkan kepada ibu-ibu PKK lain sehingga dalam pembuatan banten benar-benar sesuai dengan sastra agama,” harap Ny. Selly. Ida Bagus Sudarsana dari Yayasan Dharma Acarya ditemui disela-sela pelatihan mengatakan, pelatihan ini sangat penting bagi ibu-ibu PKK, mengingat dalam pelatihan ini akan diberikan materi pembuatan banten secara rinci. Dengan demikian diharapkan dalam pembuatan banten benar-benar sesuai dengan sastra agama. Lebih lanjut Ida Bagus sudarsana menambahkan pelatihasn ini juga sebagai ajang pelestarian budaya dan adat Bali. Salah seorang peserta dari Br. Mertagangga Desa Tegal Kertha Ni Nyoman Kendri mengatakan bahwa dirinya sangat senang mendapat pelatihan membuat banten sehingga kedepannya bisa membuat banten sesuai dengan ketentuan agama Hindu. Disamping itu Ni Nyoman Kendri mengkui perhatian Pemerintah Kota Denpasar sangat tinggi dalam meningkatkan kesejateraan masyarakatnya. Hal ini dibuktikan berbagai pelatihan telah diberikan Pemkot Denpasar untuk meningkatkan keterampilan sehingga dapat membantu ekonomi keluarga. Selain pelatihan membuat banten menurut Kendri, juga telah diberikan pelatihan membuat dupa, kue,tata rias dan keterampilan penting lainnya, sehingga keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari nafkah.