LOMBA GSI-B DAN BKB TK. PROVINSI
Dalam menurunkan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas serta bayi yang baru lahir, Pemerintah Provinsi Bali Gerakan Sayang Ibu Baru Lahir (GSI-B) dan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) melakukan penilaian GSI-B Tingkat Provinsi Bali di Balai Banjar Dukuh Mertajati Desa Sidakarya Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (15/9). Hadir dalam penilaian tersebut Ketua Tim Penilai Provinsi Bali Haryani beserta rombongan, Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Kepala Badan KB Kota Denpasar Gusti Agung Laksmi, Camat Denpasar Selatan I.B Wiradana, serta tokoh Masyarakat Desa setempat.
Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya mengatakan hamil, melahirkan dan nifas adalah mata rantai kehidupan perempuan yang apabila tidak disikapi dengan hati-hati akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup perempuan dan bayi yang dikandungnya. Untuk menekan angka kematian ibu karena hamil, nifas dan melahirkan pemerintah telah menerapkan Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang merupakan kegiatan bersama antar pemerintah dan masyarakat. Akan tetapi sudah 10 tahun GSI dicanangkan masih belum menghasilkan hasil yang signifikan. Dalam pelaksanaan Gerakan Sayang Ibu Kecamatan merupakan lini terdepan untuk mensinergikan antara pendekatan lintas sektor dan masyarakat. â€Mari kita wujudkan GSI disemua sektor kehidupan, ada rumah sakit sayang ibu, suami siaga, desa siaga dan masyarakat luas yang peduli terhadap rencana kelahiran anak,†ajak Rai Mantra. Dengan demikian upaya penurunan angka kematian ibu dan anak dapat berjalan dengan baik.
Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly Mantra yang ditemui disela-sela acara mengatakan pihaknya telah membentuk kader BKB yang dimana memberikan pemahaman tentang cara mendidik anak. Disamping itu Tim penggerak PKK Kota Denpasar juga telah membentuk satu inovasi baru, yaitu membentuk Autis Centre yang terletak di Jl. Mataram Denpasar. Tujuan dari autis center ini menurut Ny. Selly untuk melatih anak-anak penderita autis agar lebih mandiri saat berumur 2-3 tahun, sehingga diharapkan setelah anak berumur lima tahun dapat disekolahkan di tempat anak-anak normal. Autis centre ini telah memiliki enam orang tenaga terafis dan sudah memiliki siswa sebanyak 16 orang. â€Siswa dari autis centre, kebanyakan dari pegawai Pemkot Denpasar,†ujar Ny. Selly Mantra
Camat Denpasar Selatan I.B Wiradana mengatakan tujuan Gerakan Sayang Ibu merupakan upaya pemerintah bersama masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penurunan angka kematian ibu dan anak. Program dari GSI-B dan BKB di Kecamatan Denpasar Selatan menurut Wiradana merupakan bagian sejalan arah kebijakan pembangunan di Kota Denpasar menuju Denpasar Sehat dan Kreatif. Di Kecamatan Denpasar Selatan tahun 2009 ibu melahirkan sebanyak 3419 orang, dan untuk tahun 2010 sebanyak 2091 orang. â€Tidak ada ibu hamil, melahirkan dan nifas yang meninggal di Denpasar Selatan,†ujar Wiradana.
Pada kesempatan tersebut Ketua Tim Penilai Provinsi Bali Haryani dalam sambutannya mengatakan untuk tahun 2010 penilaian lomba GSI-B dan BKB diwakili oleh Kecamatan Denpasar Selatan yaitu Br. Dukuh Mertajati Desa Sidakarya. Kegiatan tersebut merupakan pembinaan dalam mengupayakan peningkatan kwalitas hidup masyarakat. Sejak dicanangkan oleh Presiden RI pada tanggal 22 Desember 1996 secara signifikan telah memberikan kontribusi positif dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. â€Ibu merupakan pendidik pertama dan utama dalam rumah tangga bagi putra-putrinya, oleh sebab itu perhatikanlah ibu yang hamil, menyusui sehingga kesehatannya terjamin dan kelahiran bayi betul berkualitas,†jelas Haryani. (Pur)